Pengaruh Arsitektur Tiongkok yang Mendunia

By 24 February 2018Architecture, News

PROPERTY INSIDE – Bangsa Tionghua memang kaya akan seni dan budaya yang mengakar selama ribuan tahun lamanya, tak terkecuali seni bangunannya. Arsitektur Tiongkok diyakini setua peradaban Tiongkok itu sendiri, dan hebatnya tetap bertahan di Asia Timur selama berabad-abad.

Pengaruh Arsitektur Tiongkok, terutama sejak Dinasti Tang, telah menyebar ke Indonesia, Korea, Vietnam, dan Jepang. Dari perjalan sejarah yang panjang terhadap perkembangan arsitektur di Tiongkok, terdapat beberapa tipologi arsitektur seperti Istana, Kuil atau Kelenteng, Gerbang (Pai Lou), dan Pagoda.

alt text

Arsitektur Tiongkok dari zaman awal menggunakan konsep dari kosmologi Cina seperti feng shui (geomansi), dan Taoisme untuk mengatur konstruksi dan tata letak. Kosmologi Feng Shui juga diterapkan secara serius mulai dari rumah tinggal biasa, kerajaan hingga tempat ibadah. Feng Shui diterapkan dari layout ruang hingga struktur.

Arsitektur Tiongkok adalah satu-satunya sistem arsitektur di dunia yang mengutamakan bangunan struktur kayu, merupakan manifestasi mendalam persepsi orang Tionghoa tentang etika, estetika, nilai dan alam. Ciri utama seni bangunan Tiongkok didasarkan pada tradisi budaya yang kuat, menonjolkan ide tentang kekuasaan raja dan hierarki.

Gaya arsitektur ini telah bertahan selama lebih dari empat ribu tahun, mulai dari zaman prasejarah sampai sekarang. Pengaruh dari luar bukannya tidak ada, namun biasanya hanya dari segi dekoratif saja, malah pengaruh arsitektur Tiongkok-lah yang banyak teraplikasikan di berbagai negara di dunia.

alt text

Ciri khas dalam arsitektur ini adalah penekanan pada artikulasi dan simetri bilateral, yang berarti keseimbangan. Simetri bilateral dan artikulasi bangunan bisa ditemukan di rumah-rumah pertanian sederhana dan kompleks istana.

Elemen sekunder diposisikan kedua sisi struktur utama seperti dua sayap untuk mempertahankan simetri bilateral secara keseluruhan. Kolom dalam struktur bangunan biasanya berjumlah genap. Pintu masuk utama sebuah bangunan ditempatkan ditengah dinding bagian depan.

Penggunaan warna-warna tertentu, angka dan arah mata angin dalam arsitektur tradisional Tiongkok mencerminkan kepercayaan dalam ciri khasnya. Meskipun tradisi Barat secara bertahap mengembangkan kepustakaan arsitektur, namun ide tentang harmoni kosmis dan tatanan kota tidak pernah ada.

alt text

Berbeda dengan arsitektur dan tatanan kota bergaya Tiongkok ini. Beijing yang direkonstruksi sepanjang abad 15 dan 16 tetap menjadi salah satu contoh terbaik dari perencanaan kota tradisional. Tiongkok juga kaya dengan arsitektur vernakular. Di wilayah bagian selatan, yang merupakan induk rumpun Austronesia menjadi konsep awal dari aristektur Austronesia.

Rumah vernakular Tiongkok dibagi atas beberapa tipe, seperti; rumah bata dengan ruang terbuka persegi di sebelah utara Tiongkok, arsitektur dengan konstruksi kayu dan bata di sebelah barat dan barat daya Tiongkok dan arsitektur tanah liat dan kayu di Hakka (Fujian), Guangdong dan Jiangxi.

Di Indonesia sendiri, pengaruh gaya arsitektur Tiongkok ini sangat terasa. Lihat saja beberapa masjid yang mengadopsi gaya arsitektur ini. Termasuk juga rumah-rumah adat yang sedikit banyak mengaplikasikan arsitektur Tiongkok tersebut. Tak bisa dipungkiri memang arsitektur Tiongkok ini berperan besar dalam metamorfosis sejarah bangunan-bangunan di dunia.

alt text

Share this news.

Leave a Reply