Vila Matilde House by Terra e Tuma

By 24 February 2018Architecture, News

PROPERTY INSIDE – Meski sederhana dan minimalis, arsitektur dan desain rumah ini sungguh sangat menakjubkan, dan bahkan memenangkan penghargaan Building of the Year Award 2016 untuk kategori hunian. Vila Matilde House adalah satu dari 14 arsitektur pemenang penghargaan yang digelar oleh ArchDaily, portal arsitektur dunia.

Disulap oleh arsitetur asal Brazil Terra e Tuma, rumah ini awalnya hanya rumah biasa yang terletak di kawasan perkotaan yang sempit dan memiliki masalah tentang struktural lahan dan sanitasi. Tahun 2011, perusahaan arsitek ini dihubungi oleh seorang pemuda yang membicarakan kemungkinan merancang rumah untuk ibunya, Ms. Dalva .
alt text

Si pemuda mengatakan bahwa ibunya tetap ingin tinggal di rumah tersebut karena telah tinggal selama puluhan tahun di Vila Matilde, lingkungan terpencil di São Paulo, Brasil. Dia tinggal berdekatan dengan sepupu, paman, saudara dan teman-temannya, itu menjadi salah satu alasan mengapa dia tidak ingin pindah dari rumah itu.
alt text

Memang ada opsi untuk menjual rumah lamanya. Ditambah tabungannya, dia akan memperoleh sebuah apartemen kecil, yang lokasinya mungkin lebih jauh dari rumahnya yang sekarang, dan kemungkinan besar tanpa akses lift. Sungguh situasi yang merepotkan, mengingat usia lanjut Ms. Dalva.
alt text

Pada awal 2014 , rumah tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan mulai runtuh. Ms. Dalva melanjutkan hidup dengan menyewa rumah seorang kerabat. Rumah lamanya tidak bisa direnovasi tapi dibangun mulai dari nol. Desain dan konstruksi proyek pekerjaan harus sesuai dengan keuangan keluarga yang terbatas, dan tentunya menguras semua tabungan keluarga tersebut. Lalu disusunlah rancangan blok dinding struktural untuk mendirikan sebuah bangunan murah.
alt text

Tantangan terbesar muncul pada tahap pertama pembangunan, pembongkaran rumah tua tersebut mengambil waktu empat bulan. Untungnya dinding penahan bisa kuat karena didukung bangunan tetangga. Rumah itu selesai enam bulan sejak dimulai pembangunannya.
alt text

Di lantai dasar, didesain ruang tamu, toilet, dapur, ruang cuci dan suite, untuk memnuhi kebutuhan pemilik rumah. Sebuah artikulasi antara toilet, dapur, ruang cuci dan halaman yang menghubungkan antara ruang tamu dan kamar tidur di belakang. Di tengah rumah, halaman hijau ditata sedemikian rupa untuk mendapat cahaya matahari dan ventilasi. Halamn ini juga berfungsi sebagai ekstensi dari dapur dan ruang cuci.
alt text

Lantai dua mengakomodasi ruang tamu dengan luasan 95 m2. Yang lebih unik lagi, sebuah kebun sayur dibuat di atas langit-langit beton ruang tamu ini. Sebuah solusi sederhana, hasil dari proses yang panjang, kompleks dan memuaskan.

SOURCE PHOTO by ARCHDAILY

Share this news.

Leave a Reply