Semester I 2018 Penjualan SCG di Indonesia Meningkat 21%

PROPERTY INSIDE – SCG, holding bisnis global memaparkan laporan total aset Q2/2018 mereka di Indonesia sebesar Rp 21.269 miliar atau US$ 1.489 juta.

Dari keterangan tertulis yang diterima PropertyInside.id Jumat (27/07) SCG juga melaporkan pendapatan dari penjualan Q2/2018 sebesar Rp 3.075 miliar (US$ 221 juta) yang mencakup penjualan dari operasional di dalam negeri dan impor dari Thailand.

Untuk periode H1/2018, perusahaan yang menaungi 3 lini bisnis, yakni semen dan bahan bangunan, bahan kimia, dan kemasan, di Indonesia melaporkan pendapatan dari penjualan sebesar Rp 6.257 miliar (US$ 457 juta), mengalami peningkatan 21% y-o-y.

Baca juga: Gandeng SCG, Perusahaan Thailand Olah Limbah Plastik jadi Jalan Raya

SCG mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat core bisnis dan mempertahankan kelanjutan ekspansi di wilayah ASEAN.

Langkah yang telah dilakukan antara lain mendorong terintegrasinya teknologi digital dengan beragam produk serta platform ritel modern untuk mampu memenuhi tuntutan pelanggan yang kian meningkat.

Di Indonesia, SCG baru saja mengakuisisi 29% saham di PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), perusahaan ritel modern terkemuka di Indonesia yang menjual produk bahan bangunan dan rumah tangga.

Baca juga: SCG Tanam Saham Rp 324 miliar di Perusahaan Induk Mitra10

Akuisisi ini dimanfaatkan perusahaan untuk memperbanyak toko retail, guna memperluas jangkauan distribusi material dan bahan bangunan serta produk rumah tangga lainnya.

CSA memiliki dua lini bisnis utama yaitu toko ritel modern yang bernama “Mitra10” serta bisnis pendistribusian produk-produk rumah tangga.

Mitra10 adalah toko ritel modern terkemuka di Indonesia untuk produk-produk rumah tangga, yang telah memiliki  27 cabang di kota-kota besar. CSA menargetkan pembangunan 50 toko baru Mitra10 hingga akhir tahun 2021 guna memperkuat pangsa pasar.

Pada lini bisnis lainnya, yaitu distribusi produk bahan bangunan, CSA telah memiliki akses ke lebih dari 30.000 toko ritel tradisional di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Geber Pembangunan Infrastruktur, China Andalkan Monster Besi ini

Presiden dan CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash mengatakan, SCG bergerak maju untuk memperluas core bisnis perusahaan di wilayah ASEAN. Salah satu proyek terbesarnya saat ini adalah pembangunan kompleks petrokimia pertama di Vietnam, Long Son Petrochemicals Company Limited (LSP).

Selain itu, Global House International (GBI), sebuah perusahaan joint-venture SCG, baru saja mengakuisisi 30% saham PRO 1 GLOBAL Company Limited, yang merupakan distributor terkemuka bahan bangunan dan produk dekorasi rumah tangga di Myanmar.

Baca juga: CBD Fair 2018 Sukses Datangkan Ratusan Ribu Pembeli

Pro1-Global saat ini memiliki 6 toko ritel, dan berencana untuk menambah jumlah gerai, dan juga berencana menyatukan manajemen supply chain dengan IT, guna mendukung upaya terciptanya Omni Channel atau sebuah kanal terintegrasi di masa depan.

Dalam sektor bisnis logistik, SCG telah menandatangani perjanjian joint-venture dengan Jusda Supply Chain Management International (JUSDA) untuk membangun perusahaan logistik dan supply chain terpadu yang memiliki fokus pasar di Cina selatan dan ASEAN.

Di Indonesia, SCG telah mengoperasikan 28 anak perusahaan dengan berbagai produk seperti semen SCG, bata ringan SCG Smartblock, pipa beton SCG Pipe and Precast, beton siap pakai ‘Jayamix by SCG’; dan produk keramik di bawah merek ‘KIA’ untuk keramik dinding, lantai dan genteng.

Share this news.

Leave a Reply