Himperra: Harga Rumah Subsidi 2019 Harus Segera Diputuskan

By 28 November 2018News, Property News

PROPERTY INSIDE – Saat dihubungi propertyinside.id, Ari Tri Priyono, Sekjen Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) berharap pemerintah segera memutuskan harga baru rumah subsidi untuk 2019.

Saat ini menurutnya usulan kenaikan harga yang tersebut masih digodok oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

“Infonya, usulan tersebut sebelum awal Desember akan diserahkan ke Kementerian Keuangan untuk finalisasinya,” imbuh Ari yang juga menegaskan bahwa semakin cepat diputuskan semakin bagus.

Baca juga: Jokowi Resmikan Ruas Tol Sragen – Ngawi

Karena, keputusan tersebut akan memberikan pengaruh pada aktivitas developer yang berkutat membangun rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Ari, semakin cepat semakin bagus karena ini terkait kinerja perusahaan (developer). Sebelumnya, keputusan kenaikan harga ini, biasanya diumumkan 2 bulan setelah ganti tahun.

Atas nama Himperra, Ari berharap harga baru rumah subsidi ini berkisar 8-9%. Kenaikan ini menurutnya ideal mengingat harga bahan bangunan harganya juga terus meningkat.

Baca juga: Permata Mutiara Maja, Rumah Subsidi dengan Sentuhan Real Estate

“Dalam 2-3 tahun terakhir, kenaikan harga rumah subsidi yang ditetapkan pemerintah hanya 5%. Kita minta 8-9% karena adanya inflasi dan juga biaya kontruksi yang juga meningkat. Selain itu harga tanah juga meningkat dan juga biaya lainnya,” imbuh Ari.

Selain itu, Himperra mengusulkan ada penambahan zonasi untuk daerah-daerah tertentu. Seperti Pulau-pulau terluar di Nias, Ambon dan lainnya harganya harus berbeda karena ongkos produksinya juga beda.

Baca juga: Perizinan, Masalah Klasik yang Menghantui Rumah Subsidi

“Biaya material, harga bahan bangunan juga berbeda dengan di Jawa karena transportasinya juga mahal. Untuk itu kawasan yang memiliki ekonomi biaya tinggi karena berada di kepulauan harganya harus beda,” ucap Ari.

Terkait target, Himperra pada tahun depan akan memasok 120 unit rumah. Ari berkeyakinan target ini realistis dan bisa terpenuhi walau memasuki tahun politik.

Menurutnya, rumah subsidi untuk MBR ini dibutuhkan masyarakat. “Jadi tak ada istilah tahun politik untuk rumah MBR, dan semoga tak ada kendala yang berarti,” tegasnya.

Share this news.

Leave a Reply