Relaksasi LTV BI Disambut Positif Perbankan

By 21 September 2019Mortgages

PROPERTY INSIDE – Guna mendorong suplai sekaligus pertumbuhan permintaan sektor properti, Bank Indonesia kembali menurunkan rasio uang muka (DP) untuk kredit properti. DP rumah tapak tipe di atas 70 meter persegi ditetapkan sebesar 15 persen, ketentuan sebelumnya, syarat rasio DP adalah 20 persen.

Relaksasi ketentuan loan to value (rasio nilai pinjaman terhadap aset) ini akan berlaku efektif per 2 Desember 2019. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pelonggaran uang muka kredit properti tersebut untuk menaikkan permintaan kredit dari masyarakat terhadap perbankan.

Baca juga: Omnibus Law, Cara Pemerintah Meminimalis Perizinan

“Ini akan mendorong kredit baik melalui suplai maupun sisi permintaan, karena jika LTV diperlonggar maka uang muka akan turun. Untuk properti umum uang muka bisa turun hingga lima persen, sedangkan untuk properti yang memenuhi kriteria berwawasan lingkungan bisa menurun hingga 10 persen,” ujar Perry, Jumat (20/9) di Jakarta.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan pelonggaran loan to value (LTV) dapat menggerakkan kredit properti. BCA akan menyesuaikan tingkat suku bunga bank dengan kondisi biaya dana dan permintaan kredit.

Baca juga: Fakta Menarik Dibalik Pembangunan Jalan Tol Layang Japek

“LTV dapat mendorong kredit properti, yang penting daya beli masyarakatnya ada. LTV akan kami sesuaikan dengan profil kredit nasabah, sudah ada dukungan dari BI, akan disesuaikan dengan risk appetite masing-masing bank,” kata Jahja seperti dilansir Bisnis.com.

Sementara Direktur Bisnis Konsumer Bank BNI, Anggoro Eko Cahyo menilai pemangkasan suku bunga acuan dan relaksasi  loan to value  (LTV) akan terasa pada tahun depan. “Kami yakin permintaan kredit properti akan meningkat di 2020 nanti,” jelas Eko.

Baca juga: Rumah Subsidi, BTN Dapat Tambahan Kuota 2.467 Unit

Secara komposisi, KPR menjadi tulang punggung bagi kredit konsumsi BNI. Sebagian atau 51,7 persen dari total kredit konsumsi merupakan sumbangsih dari pembiayaan perumahan.

Seperti diketahui, penurunan LTV Bank Indonesia akan mencakup rumah tipe 21-70 meter persegi baik rumah tapak maupun rusun, uang mukanya dapat lebih rendah lagi yakni 10 persen dari sebelumnya 15 persen.

Untuk tipe rumah tapak kurang dari 21, tetap tidak dikenakan uang muka. Sementara untuk rusun tipe kurang dari 21 dikenakan uang muka sebesar 10 persen, turun dari sebelumnya 15 persen.

Share this news.

Leave a Reply