Indonesia – Jepang Perkuat Kerjasama Investasi Infrastruktur

PROPERTY INSIDE – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (PUPR) terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait pengembangnan infrastruktur. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Kamis sore (21/11) menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2007 – 2008 Yusuo Fakuda.

Saat ini Fukuda adalah Ketua Asosiasi Jepang – Indonesia, kedatangannya di Kantor Kementerian PUPR, setelah dirinya bertemu dengan  Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pertemuan tersebut selain untuk mempererat hubungan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang, juga membahas langkah-langkah kerjasama di bidang investasi pada beberapa pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Baca juga: Bangun Ibu Kota Baru, Pemerintah Beri Opsi Investasi Langsung

“Ada beberapa hal yang dibahas, seperti proyek peningkatan kereta cepat koridor Jakarta – Surabaya. Kementerian PUPR sendiri bertanggung jawab dalam pembuatan flyovernya,” kata Menteri Basuki.

Selain itu, Jepang juga diharapkan dapat mendukung investasi jalan tol akses di Cikopo-Palimanan (Cipali) ke Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Biaya investasi tol sepanjang 40 km ini diperkirakan mencapai Rp 5,35 triliun.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Jepang juga menawarkan hibah berupa alat-alat laboratorium untuk Politeknik PU di Semarang, membantu memecahkan persoalan banjir di Jakarta karena telah berpengalaman dalam penanganan banjir di negaranya.

Baca juga: Hingga Akhir 2019, Beroperasi 501 Km Jalan Tol Di Pulau Sumatera

Sementara Yasuo Fukuda mengatakan selama ini banyak sekali kerjasama yang telah dilakukan antara Indonesia dengan Jepang. Menurut Fukuda, Indonesia merupakan negara yang mampu menjaga pertumbuhan stabilitas di tengah kondisi global yang lesu.

“Menurut saya, selain kerjasama investasi di bidang infrastruktur juga ada hal yang penting, yakni kerjasama di bidang sumber daya manusia, misalnya program kuliah ke Negara Jepang atau training di perusahaan Jepang dalam rangka pengembangan kapasitas para insinyur Indonesia,” kata Fukuda.

Share this news.

Leave a Reply