Pasar Properti Tak Signifikan, Developer Tetap Maksimalkan Potensi

By 10 January 2020Property News

PROPERTY INSIDE – Secara umum pasar properti tahun 2019 belum menggembirakan. Pasar properti masih lemah dan sikap konsumen masih cenderung wait and see.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development Archied Noto Pradono menegaskan, pelambatan tersebut khususnya untuk pembelian produk-produk high rise yang menyasar konsumen menengah ke atas.

Memasuki 2020, Archied memproyeksikan kondisi pasar properti tahun ini belum akan mengalami perubahan secara signfikan. “Kita terus berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja penjualan tahun ini dengan mengandalkan penjualan dari proyek-proyek berjalan maupun peluncuran beberapa proyek baru,’ imbuhnya.

Baca juga: Antisipasi Pengembang Bodong, Konsumen Wajib Perhatikan Hal Ini

Untuk itu tahun 2020 ini menurut Archied, Intiland akan mengandalkan marketing sales yang  berasal dari peluncuran proyek-proyek baru, seperti Pinang Apartemen. Archied menambahkan, selain fokus melakukan pengembangan proyek-proyek residensial, perseroan tahun ini juga melakukan ekspansi di segmen pengembangan kawasan industri.

Perseroan pada tahun 2020 berencana memulai area pengembangan tahap pertama proyek kawasan industri baru yang berlokasi di Jawa Tengah seluas total 287 hektar dan area pengembangan baru di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur.

Baca juga: The New Attaleya, Rumah Dua Lantai Harga Rp500 Jutaan Di CitraLand Cibubur

“Prospek pengembangan kawasan industri di Indonesia sangat baik. Proyek pengembangan kawasan industri baru ini punya potensi sangat positif, karena lokasinya strategis, dekat dengan jalan tol dan pembangkit tenaga listrik, serta didukung oleh upah tenaga kerja yang lebih kompetitif,” jelas Archied.

Langkah ekspansi ini, menurutnya, selaras dengan target pemerintah untuk meningkatkan investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia. Pengembangan proyek kawasan industri dipercaya akan memberikan dampak positif secara jangka panjang bagi kinerja perseroan di masa depan serta mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi asing di Indonesia.

Selain pengembangan proyek apartemen dan kawasan industri baru, perseroan juga sedang menyiapkan rencana pengembangan baru di proyek Talaga Bestari, Tangerang. Pengembangan baru di lahan seluas 70 hektar ini akan dimulai pada pertengahan tahun 2020.

Baca juga: PROYEKSI BISNIS PROPERTI TAHUN 2020 | ARTADINATA DJANGKAR

Tahun 2020 perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun. Alokasi capex tersebut akan digunakan untuk membiayai kontruksi yang sedang berjalan dan pengembangan proyek baru.

Menghadapi tantangan tahun ini, perseroan berharap pemerintah bisa memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor properti nasional. Salah satu faktor yang diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan adalah dengan menerbitkan aturan yang dapat mempermudah dan menyederhanakan proses perizinan.

“Kami berharap Omnibus Law dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri properti umumnya dan usaha perseroan,” jelas Archied

Share this news.

Leave a Reply