Presiden Jokowi Tunjuk Putra Mahkota UEA Jadi Ketua Dewan Pengarah Ibu Kota Baru

By 14 January 2020News

PROPERTY INSIDE –  Presiden Joko Widodo mengajak dunia untuk terlibat dalam pembangunan ibu kota negara (IKN) baru Indonesia dengan teknologi dan inovasi terbaik yang ramah lingkungan. Presiden ingin belajar dari Uni Emirat Arab (UEA) sebagai Negara Timur Tengah yang dinilai sukses membangun kota Masdar yang futuristik.

Presiden Jokowi pun menunjuk Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), sebagai Dewan Pengarah pembangunan Ibu Kota baru. MBZ tak sendiri karena akan didampingi dua anggota lain, yaitu pendiri SoftBank Masayoshi Son dan Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Baca juga: Permintaan Hunian Di Kawasan Penyangga Ibu Kota Baru Akan Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, meskipun menjadi dewan pengawas namun, Sheikh MBZ akan berada di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo.

“MBZ akan menjadi ketuanya dengan dua orang anggota, yaitu Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Di atasnya ada Presiden Joko Widodo yang akan menjadi Penanggung Jawab,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/1).

Luhut menambahkan, MBZ antusias dengan perannya sebagai Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota baru. Dia berharap penunjukan ini bisa menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri.

“Putra Mahkota MBZ mengatakan, ini merupakan suatu penghargaan baginya dapat berperan dalam pembangunan negara muslim terbesar. Dewan Pengarah ini perannya nanti memberikan advis dan arahan, diharapkan juga dengan hadirnya mereka, akan menambah keyakinan para investor untuk menanamkan modal mereka di Ibu Kota Baru,” kata dia.

Baca juga: Bangun Ibu Kota Baru, Pemerintah Beri Opsi Investasi Langsung

Sebelumnya Luhut juga mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Armenia Armen Sarkissian. Dalam pertemuan tersebut Presiden Sarkissian menawarkan kemungkinan kerja sama di bidang sains dan teknologi.

“Armenia adalah negara yang unggul dalam bidang-bidang tersebut dan ternyata mereka punya mangrove yang baik, kita akan lihat jika cocok ditanam di Indonesia mungkin kita bisa kembangkan untuk memperkuat carbon trade kita, ” katanya.

Share this news.

Leave a Reply