Wow, Ada 2.358 Biopori di Depo MRT Lebak Bulus

By 16 January 2020News

PROPERTY INSIDE – Depo MRT Jakarta Lebak Bulus berada di area seluas sekitar 10,5 hektar. Di atas lahan inilah jantung operasi dan perawatan MRT Jakarta dilakukan, seperti kegiatan perawatan ratangga dan ruang kerja tim Direktorat Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) di beberapa bangunan.

Di area Depo ini terdapat sekitar 6.000 meter rel kereta yang digunakan sebagai jalur keluar dan masuk ratangga dari dan menuju jalur utama yang menghubungkan Stasiun Lebak Bulus Grab dan Bundaran Hotel Indonesia.

Juga terdapat jalur lalu lalang kendaraan bermotor untuk operasional karyawan. Meski sebagian besar area tertutup beton/aspal, PT MRT Jakarta (Perseroda) tetap memperhatikan aspek daya dukung lingkungan. Salah satunya resapan air hujan tersebut.

Baca juga: Banjir Jabodetabek, Kementerian PUPR Siapkan Langkah Jangka Pendek Dan Menengah

Nah, di kawasan ini terdapat sekitar 2.358 lubang silindris vertikal yang berfungsi sebagai lubang resapan biopori yang tersebar di 11 area di dalam kawasan Depo Lebak Bulus. Diameter setiap lubang sekitar 11 cm dengan kedalaman 100 cm dengan setiap dinding pipa PVC yang digunakan di setiap lubang slindris vertikal tersebut dilubangi.

Pada awal pembuatannya, setiap lubang dimasukkan material organik untuk memancing aktivitas fauna tanah yang kemudian membentuk lubang terowongan kecil di dalam tanah.

Baca juga: Uni Emirat Arab Minat Investasi Di Sektor Properti Aceh

Lubang-lubang resapan biopori ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi kompos, dan memanfaatkan aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi mengatakan, PT MRT Jakarta (Perseroda) sangat memperhatikan daya dukung lingkungan area MRT Jakarta, baik di sekitar stasiun maupun depo.

“Adanya lubang resapan biopori ini juga mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong pembuatan lubang resapan biopori di lingkungan masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: SiKasep, Hingga 10 Januari Tercatat 13 Ribuan Pendaftar

Effendi menambahkan. selain lubang resapan biopori, pengolahan sampah yang dihasilkan di stasiun juga menjadi perhatian kami sehingga setiap sampah tersebut telah dipilah dan diolah oleh mitra MRT Jakarta. “Salah satu hasilnya adalah pupuk yang digunakan untuk tanaman di depo berasal dari hasil olahan tersebut,” lanjut pria yang akrab disapa Effendi tersebut.

Meskipun drainase di area depo telah didesain dan dirawat secara rutin serta berfungsi dengan baik, kehadiran lubang resapan biopori di Depo Lebak Bulus diharapkan dapat membantu meningkatkan daya resapan air di sekitarnya, terutama di musim hujan seperti saat ini.

Share this news.

Leave a Reply