Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Sudah Mencapai 40%

PROPERTY INSIDE – Pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga 18 Juni 2020 telah mencapai 40 persen.

Direktur utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer mengatakan, pekerjaan konstruksi untuk infrastruktur sirkuit tersebut telah mencapai 40 persen per 18 Juni 2020.

“Masih ada 60 persen dan ada beberapa infrastruktur pendukung yang perlu dibangun. Saat ini perkembangannya sedang dilakukan pekerjaan alat berat untuk konstruksi infrastrukturnya,” tutur Abdulbar dalam rapat Panja Pemulihan Pariwisata bersama Komisi X DPR, Senin (29/06).

Baca juga: Pemanfaatan Ruang Bawah Tanah, Belum Ada Lembaganya

Abdulbar optimistis, proyek sirkuit Mandalika akan rampung pada Juni 2021 mendatang. Sehingga sirkuit tersebut bisa segera dimanfaatkan sebagai arena balap internasional.

Abdulbar mengatakan, proyek konstruksi dikerjakan oleh PT Wijaya Karya KSO. Di samping menggarap arena di sekitar lokasi sirkuit, Wijaya Karya juga mengerjakan konstruksi jalan serta menyiapkan struktur lapis atas dan pemagaran lot di sektor timur.

Nilai proyek dari konstruksi infrastruktur yang tengah dikerjakan Wijaya Karya, kata Abdulbar, mencapai Rp 345 miliar. Sedangkan total komitmen investasi untuk keseluruhan pengembangan Mandalika menyundul Rp 17 triliun.

Baca juga: TOD, Harus Ada Regulasi Dan Lembaga Yang Mengaturnya

Abdulbar memastikan, petugas lapangan proyek sirkuit ini telah menjalankan protokol kesehatan yang meliputi prinsip CHS atau cleanliness, health, and safety (kebersihan, kesehatan, dan keselamatan).

“Pencegahan Covid-19 juga kami lakukan dengan cara penyemprotan disinfektan di tempat umum setiap dua minggu sekali,” ucapnya.

Saat ini, total serapan pekerja di KEK Mandalika tercatat mencapai 1.100 orang. Secara rinci, 100 di antaranya bertugas sebagai penjaga keamanan, 50 orang sebagai tukang kebun, 50 orang cleaning service, 300 orang sebagai pekerja proyek, 50 orang sebagai petugas perkantoran, 50 orang sebagai supplier, dan 500 orang bekerja di sektor UMKM.

Share this news.

Leave a Reply