Kementerian PUPR Luncurkan SIMPAN, Proses Lelang Lebih Transparan dan Efesien

By 25 November 2020Infrastructure, News

PROPERTY INSIDE – Pandemi yang masoh berlamgsung, belanja pemerintah melalui pembangunan infrastruktur merupakan salah satu andalan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kedua tujuan ini juga merupakan bagian dari upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Untuk itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak para pelaku konstruksi untuk kembali bangkit menggerakkan industri jasa konstruksi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutan pembukaan acara Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia 2020 di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (24/11) mengatakan, untuk itu pada TA 2021, kami sudah melakukan lelang dini sebanyak 1.900 paket dari indikasi total 4.900 paket.

Baca juga: Emil Salim: MRT Jakarta, Membangun Kapal Sambil Berlayar

“Lelang dini kami laksanakan sejak sebulan lalu dan kini sudah masuk proses evaluasi. Kami harap pada Januari 2021 sudah bisa kita tandatangani kontrak setidaknya 30%, dari seluruh total rencana paket di Kementerian PUPR,” imbuhnya.

Sebagai momentum untuk mendorong kebangkitan industri jasa konstruksi, pada kesempatan tersebut Menteri Basuki didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Ruslan Rivai, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Rosan Perkasa Roeslani meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pengalaman (SIMPAN) sebagai inovasi digital sistem pengadaan barang dan jasa.

Baca juga: PANANGIAN SIMANUNGKALIT: BANK TANAH HANYA KHAYALAN PEMERINTAH

Harapannya, dengan adanya aplikasi SIMPAN ke depannya data seluruh badan usaha konstruksi yang mengikuti proses pengadaan atau lelang akan sama dan mengurangi subjektivitas.

“Dengan demikian proses pengadaan barang dan jasa bisa lebih efisien, lebih cepat dan lebih transparan sehingga panitia pengadaan barang dan jasa tidak perlu memverifikasi terlalu lama. Kalau data sudah ada di SIMPAN berarti sudah terverifikasi (verified). Mudah-mudahan ini upaya menuju kebaikan,” tutur Menteri Basuki.

SIMPAN merupakan aplikasi yang memuat data dan dokumen dan informasi pengalaman serta kinerja penyedia jasa khususnya Badan Usaha dan Profesional di bidang Jasa Konstruksi.

Baca juga: Hutama Karya Berharap Rp 80,5 T Untuk Tol Trans Sumatera Tahap I Diterima 2023

Sistem ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mendorong transparansi data, akuntabilitas dan profesionalisme pengalaman Badan Usaha dan Profesional melalui keterbukaan informasi dan kemudahan akses terhadap data/dokumen pengalaman dan kinerja penyedia jasa.

Aplikasi SIMPAN terkoneksi dengan data DUKCAPIL, Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) LPJK, e-Monitoring Kementerian PUPR, LPSE dan Direktorat Jenderal Pajak.

Dengan tersimpannya data pengalaman pada aplikasi SIMPAN maka Badan Usaha dan Profesional tidak perlu lagi menyampaikan data pengalamannya setiap kali mengikuti seleksi/tender pengadaan barang/jasa.

Baca juga: APARTEMEN MEWAH TERBARU ALAM SUTERA | ELEVEE APARTMENT PENTHOUSE & RESIDENCE #NGOPI

Sementara Direktur Jenderal Bina Konstruksi Trisasongko Widianto mengatakan penyedia jasa konstruksi diberi waktu satu tahun ke depan untuk self-declare menginput data dan informasi pengalaman serta kinerja masing-masing.

“Mudah-mudahan setelah setahun teman-teman penyedia jasa konstruksi input data, SIMPAN bisa kita manfaatkan untuk proses pengadaan barang dan jasa yang lebih efisien. Kami optimis pembangunan infrastruktur tidak akan berhenti dan semakin berkualitas ke depannya,” ucap Trisasongko.

Share this news.

Leave a Reply