Puri Harmoni Muktiwari Pasarkan Rumah Subsidi dengan Spesifikasi Premium

PROPERTY INSIDE – Menjelang tengah tahun, pasar properti di segmen rumah menengah ke bawah, khusus daerah kawasan industri, seperti Cibitung, Bekasi, Jawa Barat mulai tumbuh signifikan.

Kebutuhan akan tempat tinggal bagi karyawan dan buruh pabrik terus meningkat sekitar 20 persen hingga 30 persen.

Data pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog perumahan secara nasional Desember 2020 mencapai 10 juta unit rumah.

Baca juga: BTN Edukasi Santri Jadi Pengembang Perumahan

Diperkirakan sekitar 65 persen adalah hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menggunakan skema Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Meski masih masa pandemi kebutuhan hunian di segmen menengah ke bawah, terutama rumah dengan harga terjangkau tetap tinggi. Hal ini dialami perumahan Puri Harmoni Muktiwari, Cibitung, Bekasi, yang dikembangkan Vista Land Group.

Pada kuartal pertama tahun 2021 ini penjualan rumah di Puri Harmoni Muktiwari cukup bagus, bahkan belum genap satu semester, penjualan perumahan yang dekat dengan Stasiun KRL Tambun dan  Pasar Induk Cibitung ini telah mencapai 209 unit rumah atau setara 70 persen dari penjualan tahun 2020 lalu sebesar 300 unit rumah.

Baca juga: HUNIAN MEWAH DI “PONDOK INDAHNYA” KOTA BOGOR | THE SPRING OF PAKUAN

Menurut Ardian Hendra, General Manager Regional Timur Vista Land Group, selain kebutuhan perumahan menengah ke bawah memang terus meningkat, kebijakan relaksasi di sektor properti (free PPN dan DP 0 persen) juga sangat besar dampak positifnya terhadap penjualan unit rumah di Puri Harmoni Muktiwari.

“Antusiasme kalangan MBR terhadap pasar rumah subsidi di Puri Harmoni Muktiwari sangat tinggi, apa lagi setelah adanya kebijakan insentif pembelian rumah sejak awal Maret 2021. Di kuartal pertama saja sudah terjual lebih dari 200 unit indent,” imbuh Ardian.

Ardian menambahkan, rumah subsidi yang ditawarkan di Puri Harmoni Muktiwari dengan luas bangunan 27 m2 dan luas tanah 60 m2, dibanderol dengan harga Rp168 juta sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah sejak tahun 2020 yang artinya sudah hampir dua tahun ini harga tidak naik.

Baca juga: Widari Village, Bangun Show Unit Untuk Mudahkan Konsumen

Untuk menarik minat pembeli rumah subsidi, kata Ardian Hendra, konsumen hanya bayar booking fee Rp1 juta, dan uang muka Rp1,5 juta saja, dan jika memenuhi persyaratan bank konsumen bisa langsung akad kredit dengan Bank BTN sebagai rekanan Puri Harmoni Muktiwari.

“Meski judulnya rumah subsidi, spesifikasi bangunannya cukup baik dengan menggunakan dinding batako, lantai keramik, rangka atap baja ringan, genteng beton, punya tembok belakang yang umumnya tidak ada, sumur bor/pompa air gratis, dan jalan cor beton. Dari Januari 2021 hingga akhir Mei lalu telah terjual 209 unit rumah subsidi,” ungkapnya.

Share this article:

Leave a Reply