PROPERTY INSIDE - Ledakan pembangunan apartemen yang sedang berlangsung di Australia mengkhawatirkan Reserve Bank of Australia. Kepala Stabilitas Reserve Bank of Australia, Jonathan Kearns baru-baru ini mengatakan kepada The Australian Financial Review, waktu yang lama dalam membangun hunian dengan kepadatan tinggi daripada rumah yang terpisah meningkatkan resiko pasar perumahan yang turun.
Pembeli rumah asing dipersalahkan karena meroketnya harga di Australia, namun Kearns menyarankan agar tidak jelas dampak pembeli luar negeri di pasar perumahan. "Sebenarnya ada beberapa kenaikan pasokan yang ditujukan kepada pembeli asing. Tidak jelas apakah kenaikan permintaan riil oleh pembeli asing justru menghambat pasar dalam jangka panjang," katanya.
Kearns mengatakan bahwa pembeli asing sebenarnya meningkatkan harga sewa di Australia, karena mereka membeli rumah dan menyewakannya kepada penduduk setempat. Menurut Reserve Bank of Australia, pembeli asing diperkirakan membeli 10 persen sampai 15 persen hunian baru di Australia. Pembeli dari China mendominasi dengan persentase sebesar 75 persen.
Laporan itu menyebutkan, beberapa kota di Australia sudah mengalami perlambatan. Harga rumah turun sebesar 0,1 persen di bulan Oktober di seluruh Australia, mengimbangi kenaikan 0,2 persen di Melbourne.
Photo source: Lonely Planet