PROPERTY INSIDE - Dua apartemen yang berada di Hong Kong’s Peak, kawasan kelas atas di kota bisnis itu, baru-baru ini dijual seharga HKD 1,1,6 miliar atau sekitar USD 149 juta. Jika dirupiahkan dengan kurs rata-rata Rp 13 ribu, harga apartemen tersebut hampir menyentuh angka Rp 2 triliun.
Dilansir dari globalpropertyguide.com, diketahui pembeli membayar harga HKD 132.000/sqft yang menjadikannya sebagai kawasan termahal di Asia. Apartemen tersebut berada di Mount Nicholson, Hongkong’s Peak yang merupakan bagian dari kompleks perumahan yang dikembangkan dalam usaha patungan dengan Nan Fung Development.
Seperti diketahui, Hong Kong baru-baru ini dinilai sebagai kota yang paling tidak terjangkau di dunia. Transaksi ini secara jelas kembali menekankan penilaian tersebut. Apalagi saat ini apartemen di Hong Kong kebanyakan hanya merupakan ruang kecil seluas 20 kaki persegi.
Menurut data pemerintah setempat hampir 200.000 warga Hong Kong sekarang tinggal di rumah yang digambarkan sebagai peti mati tersebut. Namun para ahli mengatakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi. Rata-rata ruang tinggal hanya 150 kaki persegi per orang, menurut UBS.
Awal tahun ini, Hong Kong Monetary Authority (HKMA) memberlakukan pembatasan baru pada pinjaman bank kepada pengembang properti, dan mengarahkan bank untuk membatasi pinjaman kepada pengembang properti maksimal 40 persen dari nilai sebuah proyek, menggantikan batas awal yang sebesar 50 persen. Namun, sepertinya kebijakan pembatasan ini tidak ada dampaknya.
Photo source; shutterstock