PROPERTY INSIDE – Maraknya pembangunan properti di tengah kota mendorong semakin banyak orang Australia yang pindah ke pinggiran kota. Mereka mulai berpindah kepinggiran kota-kota mahal seperti Melbourne dan Sydney, karena lahan yang lebih murah dan memungkinkan membangun rumah di tempat yang lebih besar.
Dilansir dari globalpropertyguide.com, permintaan perumahan di daerah pinggiran yang lebih murah saat ini, menciptakan ledakan pembangunan di area sub-urban kota-kota tersebut. Pada bulan September 2017, perijinan pembangunan rumah tercatat paling tinggi dalam 18 bulan.
Izin dikeluarkan untuk pembangunan 9.929 rumah baru. Sementara nilai lahan residensial rata-rata telah meningkat menjadi rekor tertinggi AUD 470.000 pada bulan Oktober. Para ahli mengatakan bahwa ledakan konstruksi akan memperkuat kekhawatiran akan bubble properti.
Warga Australia secara tradisional memilih rumah dengan jumlah yang banyak, namun harga properti meroket telah meninggalkan pembeli rumah muda dengan pilihan terbatas. Rumah rata-rata semakin kecil, sebagian karena booming jumlah apartemen di kota.
Penelitian yang dilakukan oleh Australian Bureau of Statistics, menunjukkan bahwa rata-rata luasan rumah baru adalah 189,8 meter persegi, turun 2,7 persen dari tahun lalu dan yang terkecil sejak 1997. Apartemen telah menyusut rata-rata 10 meter persegi selama 10 tahun.