logo

KOLOM: Developer Asing Opportunity untuk Industri Properti Indonesia

KOLOM: Developer Asing Opportunity untuk Industri Properti Indonesia
PROPERTY INDONESIA - Sektor properti Indonesia sejak dulu memiliki daya tarik yang sangat tinggi bagi para investor dan pengembang asing. Ini dapat kita lihat dari mulai berkembangnya proyek-proyek properti asing di negeri kita tercinta sejak satu dekade lalu.

Negara-negara yang berinventasi di sektor industri semisal Jepang, sudah sejak lama melihat potensi ini di Indonesia. Awalnya mereka hanya berfokus kepada penyediaan hunian yang representatif untuk para profesional mereka di Indonesia. Namun kini, negeri Sakura itu sudah memahami bahwa pasar properti Indonesia sangat menjanjikan.

Pengembang asing memahami bahwa pertumbuhan ekonomi negara kita sedang bergerak menjadi raksasa ekonomi di Asia Tenggara, bahkan di Asia Pasifik kita mulai diperhitungkan. Menilik hal itu, tentunya kebutuhan properti di Indonesia akan sangat tinggi.

Tidak hanya kebutuhan hunian, kebutuhan properti untuk ritel dan perkantoran dipastikan akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ditambah lagi kebutuhan properti untuk sektor pariwisata.

Untuk kebutuhan hunian jelas merupakan potensi sangat besar, melihat tingkat backlog kita yang sangat tinggi. Ditambah lagi pertumbuhan populasi yang besar dan juga peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia yang signifikan, tentu demand residensial mengalami peningkatan permintaan secara fundamental. Kelas menengah inilah yang menjadi sasaran mereka.

Sedangkan untuk properti ritel, pengembang asing memantau bahwa tren ritel di Indonesia masih positif mengingat masyarakat Indonesia mulai memasuki fase gaya hidup modern yang membutuhkan mal-mal representatif sebagai kebutuhan urban lifestyle.

Sektor perkantoran pun demikian, melihat pesatnya pertumbuhan perusahan-perusahaan baru (start up) e-commerce. Belum lagi permintaan perkantoran dari sektor minyak, gas, pertambangan dan komoditas.

Sementara untuk potensi pariwisata, kita tahu pemerintah sedang berusaha membangkitkan industri pariwisata dengan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019. Pemerintah juga tengah gencar membangun 10 destinasi wisata prioritas. Jika dulu untuk properti pariwisata ini kita hanya melirik 3 B (Bintan, Batam dan Bali), kini potensinya telah menyebar ke seluruh Indonesia.

Peluang-peluang itulah yang diincar pengembang dari negara-negara seperti Jepang, Cina, Singapura dan Australia. Apakah kita harus khawatir akan serbuan developer asing ke Indonesia? Tentu tidak, karena ini menunjukkan bahwa ada trust akan stabilitas negara kita, asalkan tidak ada politisasi serbuan developer asing ini.

Kedatangan developer asing seharusnya menjadi peluang bagi developer lokal untuk bekerjasama. Kerja sama sejajar dengan developer asing akan memberikan kontribusi bagi pengembangan bisnis properti di Indonesia.

Proyek-proyek baru yang mereka kembangkan memberikan kontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selanjutnya akan lapangan kerja baru bertambah, sektor ekonomi rill akan berputar.

Sedikitnya 170 industri turunannya akan bergerak. Selain itu akan terjadi perpindahan pengetahuan dan teknologi, pengembang asing akan membawa teknologi baru bagi industri properti tanah air. Tidak perlu ada kekhawatiran akan serbuan developer asing, justru ini harus dijadikan opportunity untuk kita bersaing di kancah global.

alt text

Oleh: Alvin Andronicus
Penulis adalah Praktisi Properti Indonesia dan Asst Vice President Marketing Agung podomoro Land
SHARE :
Tweet
In Depth KOLOM: Developer Asing Opportunity untuk Industri Properti Indonesia
PUBLISHED : Tuesday, 24 October 2017

Most Popular

Tingkatkan Penjualan Properti 2018 dengan 4 Trik Marketing PropTech ini

Para pakar di industri real estate mengakui bahwa sektor bisnis ini cukup lamban menerima perubahan dan teknologi baru.

Berapa Ketentuan Besaran Komisi Broker Properti

Ketentuan besaran komisi tersebut telah ada sejak tahun 2008, yang tertuang dalam Permendag No 33/M_DAG /PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti.

Ciputra Pemindahan Ibukota Tidak akan Mengurangi Harkat dan Martabat Jakarta

Ciputra mengamini bahwa Kalimantan sangat tepat dipilih sebagai alternatif ibukota baru bagi republik ini. Letak geografis yang berada di tengah akan memberi efek domino yang besar bagi pembangunan kawasan-kawasan lain di luar Jawa.

Artificial Inteligence Semakin Berkembang Ruang Sewa Kantor Diprediksi Berkurang

Perusahaan akan lebih memanfaatkan ruang co-working dan ruang fleksibel lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

INTERVIEW Alvin Andronicus AVP Marketing Agung Podomoro Land

Hampir genap 30 tahun pria kelahiran Sukabumi ini meniti karir professional di industri properti tanah air sejak tahun 1988. Selama itu pula dirinya mampu mengadaptasi banyak perubahan di dunia bisnis yang sangat dinamis ini.

Helen Hamzah Associate Director Ciputra Group Konsistensi Pada Profesi

Dedikasinya pada dunia properti tak perlu diragukan lagi, lebih dari dua dekade Helen Hamzah berkecimpung di industri ini.

Inovasi Improvisasi Tuti MugiastutiInovasi & Improvisasi Tuti Mugiastuti

Sukses SPS Group dibawah komando Asmat Amin tak lepas dari dukungan sosok-sosok penting di belakangnya. Salah satunya adalah Tuti Mugiastuti, GM Sales & Marketing SPS Group, yang memiliki pengalaman panjang selama 30 tahun di bisnis properti.

Welthauptstadt Rancangan Ibukota Dunia ala HitlerWelthauptstadt, Rancangan “Ibukota Dunia” ala Hitler

Hitler merencanakan Berlin menjadi pusat pemerintahan dan pusat perdaban dunia di bawah naungan "Kekaisaran Dunia Raya" Jerman.

Tulus adalah Startegi Menjual Paling Ampuh bagi Agen PropertiTulus adalah Startegi Menjual Paling Ampuh bagi Agen Properti

Taktik penjualan bagi agen properti memainkan peran besar untuk melakukan deal dengan konsumen, meski keterampilan dasar tidak akan cukup.

KOLOM Rail Oriented Development Mendukung Transit Oriented DevelopmentKOLOM: “Rail Oriented Development” Mendukung “Transit Oriented Development”

Penerapan sistem TOD berbasis ROD harus didukung oleh pengembangan properti multi fungsi. Bagi developer, pembangunan yang mengusung konsep ini menjadi opportunity tersendiri.

INTERVIEW Nathalia Sunaidi CEO Samara Dana Properti INTERVIEW: Nathalia Sunaidi, CEO Samara Dana Properti

“Properti ini mampu memberi perlindungan tidak hanya dalam arti kata sebagai tempat tinggal semata."

Iklan kanan 1
Iklan kanan 2