PROPERTY INSIDE - Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi real estate telah mengambil beberapa lompatan besar ke depan yang memungkinkan pembeli melihat rumah dari komputer mereka. Namun, para pakar di industri real estate mengakui bahwa sektor bisnis ini cukup lamban menerima perubahan dan teknologi baru.
Yang menjadi pertanyaan, di tengah revolusi digital yang saat ini sedang bergerak, apakah agen real estate mengikuti perkembangan zaman? Laporan National Association of Realtor 2017 - mengenai profil pembeli dan penjual rumah kini sekitar 95 persen pembeli rumah akan mencari rumah mereka berikutnya dengan menggunakan internet. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat.
Stephen FitzMaurice, agen real estate ternama dari Amerika menyebut perubahan kebiasan orang mencari properti melalui aplikasi daring harus segera diantisipasi oleh para agen real estate.
Imbas dari revolusi digital haruslah diimbangi dengan rencana dan strategi pemasaran digital terbaik. Stephen memberikan beberapa pandangan mengenai tren pemasaran properti di tahun 2018 yang diharapkan akan lebih baik dari tahun 2017 lalu. Berikut ulasannya;
Respon imbal balik yang cepat.
Dalam lingkungan penjualan online, standar baru adalah layanan pelanggan menjadi cepat dan cerdas. Hal ini terutama berlaku untuk real estat, di mana pembeli berharap bahwa orang dapat menindaklanjuti pencarian dengan cepat dan juga dapat menjelaskan tentang produk properti yang dijual.
Pada tahun 90'an, mungkin tidak apa-apa bagi agen real estate untuk mengambil jeda waktu satu atau dua hari untuk menjelaskan pada pelanggan. Tahun 2018, hal itu tidak berlaku lagi. Dari penelitian, paling tidak penjual harus merespons rata-rata tiga menit untuk pertanyaan online yang diajukan konsumen.
Tidak lagi cukup waktu untuk mengirimkan teks autoresponse atau email, tanggapan langsung adalah strategi cerdas. Siapkan operator live yang profesional dan terlatih untuk merespon konsumen Anda. Atau bisa juga dengan menyiapkan chatbot AI cerdas yang dapat mengirim pesan singkat kepada konsumen Anda.
Bagaimanapun, sistem respons cerdas dan cakap instan ini sangat penting. Pastikan untuk meminta agen real estat Anda memahami strategi mereka merespons prospek online di jaringan internet ini.
Daftarkan properti pada situs-situs pencarian rumah.
Sebagian besar lalu lintas web untuk pencarian rumah berasal dari portal real estate utama. Di Indonesia, portal real estate utama seperti Rumah.com, Rumah123.com, Urbanindo, Rumahku.com, Rumahhokie.com, dll bisa menjadi rujukan.
Banyak penjual rumah yang tidak tahu adalah bahwa beberapa portal utama ini memungkinkan agen real estate untuk membayar ekstra agar lebih banyak mendapat eksposur pemasaran.
Portal-portal utama ini dapat menghasilkan lebih banyak tampilan online, yang dapat menarik lebih banyak pengunjung. Dan ini akan berimbas pada agen real estate untuk mendapatkan lebih banyak penawaran.
Coming soon online promotions.
Umumkan secara online kepada publik atau calon pembeli potensial Anda bahwa produk Anda akan segera hadir. Anda bisa mengumumkan di portal berita properti, situs pencarian rumah, forum-forum online atau di website perusahaan Anda sendiri. Kemudian biarkan calon pelanggan mendaftarkan diri kepada kontak person yang Anda umumkan.
Ini bisa menghasilkan banyak minat, mengumpulkan nama dan nomor sebelum properti yang dipasarkan tersedia secara publik. Memberitahu semua pihak yang berkepentingan saat real estate tersebut akan dipasarkan perlu dilakukan sehingga klien dapat menandai kalender mereka.
Media profesional.
Sekali lagi, pembeli rumah yang disurvei oleh NAR (National Association of Realtors) memilih gambar sebagai elemen terpenting dalam pencarian di rumah mereka. Mereka lebih dulu memilah foto daripada harga dan lokasi.
Memiliki tim media branding adalah keharusan mutlak, fotografer profesional dan copywriter profesional haruslah ada, termasuk juga menambahkan video profesional, video drone, pemodelan 3D, dan banyak lagi. Namun jika Anda tidak ingin direpotkan dengan hal tersebut, Anda bisa mendapatkannya dari media-media properti profesional yang berpengalaman telah menyiapkan semuanya.
Pada intinya, saat ini pemasaran properti dengan teknologi memang tak bisa ditawar lagi, misalnya dengan tur 3D, pembeli bisa masuk dan keluar ruangan, melihat langit-langit, lantai dan segala arah tanpa harus meninggalkan kantor mereka.
Apalagi pembeli real estate mewah, biasanya mereka kekurangan waktu sehingga mereka sulit untuk berkeliling mencari lusinan rumah. Sebagai gantinya, mereka dapat menggunakan tur 3D ini, atau setidaknya panduan tur video daripada harus berkeliling melihat beberapa pilihan rumah dengan agen properti mereka.
Jangan juga lupakan pemasaran yang ditargetkan menggunakan Big Data. Adanya layanan yang mengumpulkan Web untuk metadata pada calon pembeli rumah, memudahkan agen real estate mencari target pembeli secara khusus di platform media sosial.
Photo source: sdecoret/fotolia.com