PROPERTY INSIDE - Cantik, pintar, anggun dan berwibawa kesan pertama yang akan terpatri bagi siapa saja yang berbincang dengan ibu tiga anak kelahiran Medan ini. Pembawaannya tenang, menunjukkan bahwa dia telah biasa dan berpengalaman mengambil keputusan-keputusan penting sebagai leader.
Lebih dua dekade Ir. Novi Imelly - CEO & Founder Binare Indonesia Group, berkiprah di industri properti, karirnya dimulai sebagai proffesional hingga kini menjadi entrepreneur. Saat masih menjadi profesional Novi pernah mencapai posisi strategis sebagai Presiden Direktur & Managing Director di salah satu perusahaan properti nasional, PT. Cowell Development, Tbk. Tak salah banyak orang yang menjuluki mahasiswa teladan Institut Teknologi Bandung tahun 1993 dan Putri Kampus Nasional 1993 ini sebagai salah satu Kartini Properti Indonesia.
Tak hanya itu, sepanjang perjalanan karirnya, Novi selalu menduduki berbagai posisi kunci di perusahaan-perusahaan properti ternama, seperti Bumi Serpong Damai (BSD), PT. Modernland Realty Tbk, PT. Lippo Karawaci Tbk, Summarecon Serpong, dan terakhir di PT. Cowell Development Tbk. Setelah puas makan asam garam sebagai profesional, tahun 2015 lalu dirinya mulai fokus menjadi entrepreneur mengelola PT. Ronov Indonesia dan Grha Kirana Development, dua perusahaan developer yang didirikannya.
PT. Ronov Indonesia, perusahaan yang sudah dirintis bersama suaminya sejak 2007 lalu telah sukses dengan proyek mix-used development Intermark di kawasan Serpong. Intermark yang telah beroperasi ini terdiri dari apartemen, MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), office tower, dan commercial area.
Berbeda dengan PT. Ronov Indonesia yang mengembangkan properti kelas atas, perusahaan properti PT. Grha Kirana Development berfokus pada hunian rumah tapak untuk kelas menengah bawah. Perusahaan ini adalah proyek idealisme seorang Novi Imelly. Perusahaan ini juga menjadi wujud terima kasihnya pada dunia properti yang sangat dicintainya. Dua proyek telah digarap oleh perusahaan ini, yakni Kirana Garden, Medan dan Kirana Residence, Serpong.

“Ini wujud dari ucapan terima kasih saya pada dunia properti yang sangat saya cintai. Mungkin ini juga bisa dibilang bentuk idealisme saya di bisnis ini. Apalagi kita tahu kebutuhan perumahaan kita yang terbesar saat ini adalah masyarakat menengah dan bawah,” ungkapnya.
Akhir tahun 2015, Wakil Sekertaris Jenderal DPP REI (2013-2016) Bidang Penataan Ruang ini memantapkan langkahnya menjadi pengusaha properti dengan mendirikan Binare Indonesia Group (BIG), holding perusahaan yang memayungi perusahaan-perusahaan yang didirikannya. Binare sendiri memiliki 2 core bisnis, yakni property developer dan property consultant.
Novi menjelaskan, untuk core bisnis developer selain mengembangkan proyek sendiri, Binare juga sangat terbuka melakukan kerjasama strategis dengan mitra-mitra bisnis. “Kami sangat terbuka dan membuka peluang kerjasama dengan pemilik lahan atau capital owners untuk mengembangkan proyek properti yang potensial,” jelas jebolan Jurusan Planologi ITB dengan peringkat cumlaude itu.
Sementara untuk fokus bisnis sebagai property consultant, meski masih berusia balita namun Binare telah mencatat portfolio yang luar biasa. Tercatat 5 proyek properti besar dari developer-developer ternama ditangani oleh Binare. Kelimanya adalah Nines Plaza & Residence, Serpong, Pesona City, Depok, Superblock Malioboro City, Yogyakarta, Grand Cut Meutia, Bekasi dan satu proyek di Jakarta Selatan yang masih dalam proses, selain Intermark, tentunya.
“Estimasi capitalisasi developer yang dikelola Binare dari kelima proyek tersebut sekitar Rp 6 triliun. Tentu ini bukan nilai investasi yang main-main bagi kami. Sedari awal kami menyadari bahwa untuk mampu mengelola sebuah proyek properti butuh orang-orang yang berpengalaman panjang. Binare memiliki itu dan bisa diandalkan mulai dari studi lahan, riset pasar, perijinan, marketing hingga pembiayaan, one stop solution property consultant,” ungkap Novi.
Lima proyek besar dengan nilai investasi Rp 6 triliun tentu tidak dapat dilakukan Novi sendirian. Binare memiliki tim solid yang menjadi andalan istri Ronaldo Maukar ini. “Bagi saya tidak ada yang namanya Superman atau Super woman, yang ada itu Super Team. Di setiap project, saya selalu mendelegasikan wewenang kepada COO yang bertugas sebagai Kapten di proyek yang kami tangani, jadi di Binare tidak ada one man show.”
Binare sendiri memiliki orang-orang yang kompeten dan memiliki jam terbang tinggi di bisnis ini, seperti Ferry S Supandji yang berpengalaman di dunia marketing, lalu ada Ronny H Raharjo di bidang pembiayaan & keuangan. Untuk business development dipercayakan kepada Elva D Yulia, sedangkan untuk bidang sales diserahkan kepada Ida Bagus Kusumajati. Novi memang cakap memilih team bisnisnya hingga dalam waktu singkat perusahaan ini mampu membukukan portfolio yang signifikan.
“Kami meletakkan orang-orang yang berkompeten untuk memastikan bahwa Binare sangat memahami seluk-beluk properti mulai dari A sampai Z. Karena di bisnis ini kita harus paham betul apa yang harus dikerjakan, strategi apa yang harus dijalankan agar proyek dapat ter-delivery kepada pasar. Para mitra dan klien senang berbisnis dengan kami” ungkap Novi.

Novi mengakui beberapa proyek yang sudah berjalan menggandeng Binare untuk melakukan improvement pada proyek tersebut. Tugas Binare adalah memastikan bahwa proyek tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. “Kami berusaha melakukan re-branding, dan re-posisi product dengan inovasi strategi. Dan alhamdulillah saat ini cukup berhasil.”
“Apalagi di tahun 2018 – 2019 yang tahun politik, ekonomi pasti wait & see, jadi kita harus jeli melakukan inovasi dan strategi, tidak hanya inovasi produk saja. Sesuai dengan tagline Binare, Business, Inovation, Networking, and Resources Empowering, kita tidak perlu malu untuk melihat proyek-proyek mana saja yang berhasil, misalnya. Pakai prinsip ATM, amati, tiru, dan modifikasi,” lanjut Novi sambil tersenyum.
Sukses Novi menjadi entrepreneur di bidang ini memang tak lepas dari pengalaman panjangnya sebagai seorang profesional. Tetapi tidak hanya itu, Novi juga menyebut sukses yang diraihnya tak bisa lepas dari passion dan kecintaannya pada properti. Meski mengelola begitu banyak proyek, tak pernah jenuh dan bahkan tak pernah lelah menelurkan strategi-strategi baru dalam pengembangan properti.
“Saya bekerja dengan hati dan mengandalkan kecintaan saya pada bisnis ini, saya menikmati berbagai prosesnya. Tidak selamanya semua mulus sesuai harapan, tapi karena saya memahami prosesnya saya bisa menghibur diri dalam bisnis ini, jadi saya melakukan pekerjaan sekaligus refreshing, sehingga saya tidak terbeban. Dan yang pasti dalam menjalankan bisnis yang menciptakan multiplyer effect ini kita butuh banyak mitra strategis. Kepercayaan mitra ini harus selalu dijaga, dan harus memberi win-win solution,” tutup Novi.