PROPERTY ISNIDE - PT Triyasa Propertindo (Triyasa) merupakan anak perusahaan dari PT Mahadana Dasha Utama (MahaDasha) , bagian dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT Group).
Sebelumnya Triyasa merupakan Divisi Komersial dari TMT Group yang memiliki kompetensi yang memadai dalam pengelolaan aset; manajemen properti; pembebasan lahan; pembangunan dan konstruksi; pemeliharan dan pelepasan aset yang terdapat dalam industri properti. Triyasa mulai terjun sebagai properti developer pada tahun 2011, dengan gedung perkantoran Generali Tower at Gran Rubina Office Park sebagai project perdananya.
Triyasa saat ini tengah memfokuskan pengembangan bisnis propertinya di sektor perkantoran, utamanya, Premium Office Building. Sektor hunian, baik hunian vertikal maupun rumah tapak, untuk segmen menengah atas juga sedang menjadi fokus bisnis perusahaan, saat ini. Selain itu, Triyasa juga sedang memaksimalkan potensi aset-aset properti milik Tiara Marga Trakindo sekaligus mulai mengelola building management perusahaan tersebut.
Chief Operation Officer (COO) Triyasa Propertindo, Zaenal Abidin dalam wawancara dengan Property Inside menjelaskan fokus perusahaan tersebut mengikuti kebutuhan dan dinamika pasar properti saat ini. Bagaimanapun, menurutnya, industri properti sangat dinamis karenanya itu menjadi tantangan bagi perusahaan untuk terus berinovasi.
“Kita melihat saat ini ekspansi pembangunan infrastruktur pemerintah sangat luar biasa, artinya kita optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya akan bagus. Sektor perkantoran akan terdorong oleh pertumbuhan ekonomi, dan bisnis akan terus berkembang. Demikian juga dengan kebutuhan hunian yang demand-nya pasti terus ada dan bertumbuh,” jelas Zaenal.
Meski optimis akan pertumbuhan ekonomi nasional, namun menurut lulusan magister program studi Urban Design UGM ini, perusahaan tidak boleh monoton hanya mengikuti demand saja, tapi juga harus melakukan inovasi product-nya untuk memberi differensiasi pasar.
“Tetap harus ada konsep berbeda untuk menyasar segmen pasar yang lebih spesifik. Misalnya seperti Generali Tower at Gran Rubina Office Park, disana kami tonjolkan perkantoran premium dengan konsep green yang sebenarnya. Di sana kami memanfaatkan energi dan sumber daya alam secara maksimal. Yang jelas konsep Green Premium Quality selalu kami tampilkan pada semua project kami.”
Konsep yang berbeda ini juga yang membuat gedung perkantoran premium ini berhasil meraih berbagai penghargaan seperti The New Icon Green Office Building at CBD Area dari Majalah Property & Bank pada bulan Juni 2013.
Melalui PDW, konsultan arsiteknya, Generali Tower juga mendapatkan ‘Asia Pacific Property Awards 2014- 2015’ dengan kategori ‘Office Architecture for Indonesia with Gran Rubina Tower I’ pada bulan Mei 2014, kemudian di Bulan Oktober 2015, Generali Tower mendapat kunjungan kehormatan dari Ratu Denmark HMQ Margrethe II dan Pangeran Consort Henrik dalam acara “Sustainability Disscussion and Danish Showcase”.
Kunjungan inipun menjadi bukti pengakuan terhadap Generali Tower yang mendukung konsep Green Development pada struktur bangunannya, serta yang terbaru adlah DOT Property Indonesia Awards 2017 untuk kategori Best Office Architectural Design. DOT Property Indonesia Awards sendiri merupakan ajang penghargaan bagi para pengembang properti yang digagas oleh The Dot Property Group perusahaan media properti global asal Singapore.
Untuk sektor hunian, Triyasa saat ini sedang mengembangkan proyek perumahan premium Samira Residence, di kawasan Sentul, Bogor. Berdiri di atas lahan seluas 2 ha, Samira Residence memasarkan 111 unit rumah dengan 4 tipe unit pilihan, tipe 36/84, tipe 45/84, tipe 75/96 dan tipe 90/96. Samira Residence tahap I rencananya akan diserahterimakan pada November 2017.
Triyasa juga sedang gencar melakukan ekspansi bisnis perumahan premium di kawasan Jabodetabek. Salah satunya di kawasan Serpong, Tangerang perusahaan ini sudah menyiapkan lahan seluas 2 ha. Proyek ini rencananya akan mulai digarap tahun 2018.
“Untuk landed house, Triyasa fokus di Jabodetabek, khususnya yang bersinergi dengan infrastruktur TOD (transit oriented development,-red) yang sedang gencar dibangun pemerintah. Untuk jangka panjang kami berencana mampu mengembangkan kawasan hunian terpadu sedikitnya 60 ha. Selain untuk pasar umum, ini bisa untuk kebutuhan perumahan karyawan di holding group kami.”
Tak hanya menggarap proyek rumah tapak berkelas, Zaenal menjelaskan bahwa Triyasa juga berencana menyasar pasar apartment dalam beberapa waktu ke depan. Tetap dengan brand premiumnya, Triyasa berencana membangun high rise building residential itu di kawasan Jakarta Selatan. Rencananya proyek ini akan dimulai tahun 2019 mendatang.
“Triyasa sebenarnya sudah berencana meluncurkan proyek apartemen tahun ini. Namun kami juga sedang melakukan penjajakan dengan mitra-mitra strategis untuk mengembangkan apartemen itu. Target kami paling tidak tahun 2019 sudah bisa dimulai, tapi jika melihat kondisi ekonomi dan permintaan pasar bagus, kami mempertimbangkan untuk membangun lebih cepat.”
Selain menggarap kawasan Jabodetabek Triyasa juga mengelola aset-aset milik Tiara Marga Trakindo yang tersebar di 51 area di 21 kota di Indonesia. Untuk sementara ini, Zaenal menyebut bahwa aset perusahaan saat ini akan difokuskan pada pengembangan komersial seperti hotel, mall dan perkantoran untuk menambah pundi-pundi perusahaan dari reccuring income.
“Namun tidak hanya property lease saja yang digarap Triyasa, strata title juga akan kami tingkatkan untuk mendukung margin pendapatan dan profitabilitas perusahaan. Dalam lima tahun kedepan kami menargetkan kontribusi pendapatan dari recurring income secara maksimal dari beberapa project yang dibangun,” ungkap Zaenal.
Triyasa Propertindo sendiri memiliki tiga core business. Selain sebagai developer, perusahaan ini juga bergerak dibidang property investor dan property management. Gedung kantor utama group holding Tiara Marga Trakindo, Gedung Tiara Marga Trakindo I & II, termasuk yang dalam pengelolaan property management Triyasa Propertindo.