logo

APERSI: PP 64 Harus Direvisi

APERSI: PP 64 Harus Direvisi
PROPERTY INSIDE – Program pengadaan rumah rakyat yang dicanangkan Presiden Joko Widodo membawa harapan baru untuk mengejar ketertinggalan penyediaan rumah (backlog) di Indonesia. Bahkan pemerintah telah menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII yang mengatur tentang percepatan proses perijinan untk pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk memberi kepastian hukum bagi para pengembang rumah MBR, pemerintah juga telah menerbitkan PP No.64 Tahun 2016 dan Permendagri Tahun 2017. Namun dalam peraturan pemerintah yang termaktub di PP No.64 Tahun 2016 tersebut disebutkan pemerintah berencana melakukan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk rumah MBR pada awal 2018 mendatang.

“APERSI termasuk garda paling depan untuk penyediaan rumah rakyat ini, maka kami berharap agar regulasi yang menyulitkan pengembang dipertimbangkan kembali. Kami ingin pemerintah mengkaji ulang PP No.64 Tahun 2016 mengenai Sertifikat Laik Fungsi tersebut,” ujar Ketua DPP APERSI Junaidi Abdillah, Kamis (9/11) di Tangerang.

Apalagi, lanjut Junaidi, dalam pembahasan awal mengenai aturan pemerintah itu, Sertifikat Laik Fungsi tidak termasuk yang dibahas. Menurut dia, seharusnya untuk memangkas birokrasi yang rumit, pemerintah konsisten memotong regulasi agar program penyediaan rumah rakyat ini tidak terganggu.

Ketua DPD APERSI Banten, Safran Edi Harianto Siregar mengaku siap melakukan class action dengan menggugat poin yang ada dalam PP No.64 Tahun 2016. Menurut PP ini, pembangunan dilaksanakan berdasarkan dokumen rencana teknis yang telah disetujui dan disahkan oleh PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) daerah.

“Tentu ini memperpanjang birokrasi perijinan untuk membangun rumah rakyat. Melihat pengalaman gugatan APERSI soal penghapusan pasal 22 ayat 3 UU Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang dikabulkan Mahkamah Konstitusi pada 2012 lalu, tidak tertutup kemungkinan kami kembali melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Jika pemerintah tidak merevisi PP ini,” ujar Safran.
SHARE :
Tweet
Property News APERSI: PP 64 Harus Direvisi
PUBLISHED : Friday, 10 November 2017

Most Popular

Tingkatkan Penjualan Properti 2018 dengan 4 Trik Marketing PropTech ini

Para pakar di industri real estate mengakui bahwa sektor bisnis ini cukup lamban menerima perubahan dan teknologi baru.

Berapa Ketentuan Besaran Komisi Broker Properti

Ketentuan besaran komisi tersebut telah ada sejak tahun 2008, yang tertuang dalam Permendag No 33/M_DAG /PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti.

Ciputra Pemindahan Ibukota Tidak akan Mengurangi Harkat dan Martabat Jakarta

Ciputra mengamini bahwa Kalimantan sangat tepat dipilih sebagai alternatif ibukota baru bagi republik ini. Letak geografis yang berada di tengah akan memberi efek domino yang besar bagi pembangunan kawasan-kawasan lain di luar Jawa.

Artificial Inteligence Semakin Berkembang Ruang Sewa Kantor Diprediksi Berkurang

Perusahaan akan lebih memanfaatkan ruang co-working dan ruang fleksibel lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

INTERVIEW Alvin Andronicus AVP Marketing Agung Podomoro Land

Hampir genap 30 tahun pria kelahiran Sukabumi ini meniti karir professional di industri properti tanah air sejak tahun 1988. Selama itu pula dirinya mampu mengadaptasi banyak perubahan di dunia bisnis yang sangat dinamis ini.

Helen Hamzah Associate Director Ciputra Group Konsistensi Pada Profesi

Dedikasinya pada dunia properti tak perlu diragukan lagi, lebih dari dua dekade Helen Hamzah berkecimpung di industri ini.

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Tol Padang Pekanbaru Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Tol Padang – Pekanbaru

Jalan Tol ini adalah bagian dari ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Lampung – Aceh) yang merupakan salah satu mega-proyek yang sangat strategis keberadaannya untuk memaksimalkan konektivitas antar daerah di Sumatera.

Apartemen Pertama Sinar Mas Land di Surabaya Mulai DibangunApartemen Pertama Sinar Mas Land di Surabaya Mulai Dibangun

Apartemen pertama dari Sinar Mas Land di kota Surabaya ini, menggabungkan residence, resort, water recreation, continuous greenery & life style.

Jalan Akses Wisata Mandeh Sumbar Ditargetkan Rampung 2019Jalan Akses Wisata Mandeh Sumbar Ditargetkan Rampung 2019

Jalan akses wisata Mandeh akan memperlancar konektivitas Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan dengan trase jalan mulai dari Teluk Kabung – Sungai Pisang – Sungai Nyalo – Mandeh – Carocok – Tarusan.

JLL Pasar Properti Indonesia Mulai MembaikJLL: Pasar Properti Indonesia Mulai Membaik

Tahun 2017 lalu, tingkat pertumbuhan atas demand ruang perkantoran mencatat kinerja yang positif meski tingkat hunian dan harga sewa mengalami penurunan. Tingkat permintaan perkantoran meningkat di triwulan keempat tahun 2017.

Pembangunan Tol Padang Bukittinggi Pekanbaru Dimulai Bulan Februari iniPembangunan Tol Padang – Bukittinggi – Pekanbaru Dimulai Bulan Februari ini

Pembangunan Tol Padang – Bukit Tinggi – Pekanbaru diperkirakan membutuhkan biaya investasi pembangunan mencapai Rp. 78,09 Triliun dengan target penyelesaian selama lima tahun.

Iklan kanan 1
Iklan kanan 2