PROPERTY INSIDE - Konsep kota ramah lingkungan memang sangat mendesak diterapkan sekarang ini, global warming merupakan isu sensitif mengenai lingkungan hidup, kita dituntut untuk dapat menghemat energi yang di dapat dari pengeksploitasian sumber daya alam berupa minyak, gas, hutan dan lain-lain. Tentunya hal ini dapat berdampak buruk bagi kelestarian alam dan dapat berakibat pada pengikisan lapisan ozon karena emisi gas rumah kaca.
Global warming merupakan salah satu akibat dari tidak berjalannya konsep ramah lingkungan, konsep ini sebenarnya dapat diterapkan bila kita semua mengerti dan mempunyai keinginan dalam melestarikan alam serta lingkungan tempat kita tinggal maupun tempat beraktifitas sehari-hari.
Telah banyak kota di dunia yang mengedepankan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan teknologi-teknologi ramah lingkungan dan membuat peraturan yang harus didukung kedisiplinan warga kota. Berikut ini beberapa kota di dunia yang telah berhasil menerapkan konsep ramah lingkungan.
Reykjavik (Islandia)
Sebagai ibukota Islandia, keinginan Reykjavik menyandang perdikat kota terbersih di Eropa memang terlihat sangat serius. Saat ini kota ini dijalankan sepenuhnya dengan sistem yang sangat ramah lingkungan, mereka menggunakan pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geothermal) serta pembangkit listrik tenaga air. Sedangkan sistem transportasi di kota ini seluruhnya telah menggunakan bahan bakar hidrogen.
Berlimpahnya sumber air serta aktivitas vulkanik di Islandia telah memberikan peluang bagi Reykjavik untuk memanfaatkan kondisi dan mengubahnya menjadi energi. Sebagai penghangat untuk mengantisipasi dinginnya kota, energi geothermal dan hydropower dimanfaatkan maksimal. Kedua energi tersebut dapat diperbarui dan juga bebas dari emisi gas rumah kaca. Bagi mereka yang suka bersepeda, pemerintah kota menyediakan jalan khusus.
Copenhagen (Denmark)
Warga kota Copenhagen sangat menyadari akan isu lingkungan, mereka lebih memilih menggunakan sepeda dari pada mobil. Ini menjadikan Copenhagen menjadi salah satu kota terhijau di dunia. Pemerintah Denmark telah mencanangkan program “carbon neutral country” yang ditargetkan pada tahun 2025 akan bebas dari segala macam polusi, kini kota ini telah berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 25 % sejak tahun 1990 dan telah mengambil konsep hijau sejak tahun 2006. Kota ini juga memenangkan penghargaan lingkungan di Eropa untuk perencanaan lingkungan jangka panjang secara holistic.
Pejabat kota mendorong taksi lokal untuk menggunakan bahan bakar alternatif dan perangkat hemat energi lain untuk diterapkan di kendaraannya. Kota ini bahkan semakin terkenal dengan 5.600 kincir angin nya yang memasok 10 % listrik nasional. Kopenhagen membuka taman kincir angin lepas pantai terbesar di dunia yang memasok listrik ke 32.000 rumah di kota .
Vancouver (Canada)
Di Kanada, sekitar 90% dari energi yang di pergunakan berasal dari sumber yang dapat diperbaharui, seperti angin, cahaya matahari dan energi gelombang. Pemerintah kota telah menetapkan program pengembangan rencana untuk 100 tahun ke depan agar tetap menjaga keasrian dan keramahan lingkungannya. Salah satunya dengan membuat lebih banyak taman dan menerapkan strategi green building untuk memastikan semua bangunan yang dibangun memberikan aspek positif pada lingkungan dan kesehatan. Pemerintah bahkan menerapkan teknologi baru seperti compactor sampah bertenaga surya. Teknologi ini dapat menangani lima kali lebih banyak sampah buangan konvensional, sehingga lebih sedikit polusi yang dilepaskan oleh truk-truk sampah di jalan-jalan kota.
Bahia de Caraquez (Ecuador)
Bahia de Caraquez adalah surga bagi para wisatawan. Kota ini pernah mengalami kerusakan parah karena bencana alam di era 90-an dan setelah itu pemerintah daerah dan LSM memutuskan untuk membuat kota yang ramah lingkungan. Mereka mengembangkan sejumlah program untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mengendalikan erosi. Mereka juga memulai program pengomposan sampah organik dari pasar dan rumah tangga. Selain itu kota ini juga mendukung penuh pertanian secara organik.
Sydney (Australia)
"Earth Hour", gerakan mematikan pengunaan lampu untuk kepedulian akan bumi di seluruh dunia awal mulanya diprakarsai oleh kota sidney Australia pada tahun 2007. Earth Hour diselenggarakan oleh WWF di seluruh dunia setiap tahunnya, tujuannya mendorong individu, masyarakat, rumah tangga dan bisnis untuk mematikan lampu non-esensial mereka selama satu jam, sebagai simbol untuk komitmen mereka terhadap planet. Sejak itu telah berkembang, lebih dari 7000 kota di seluruh dunia mengaplikasikan gerakan ini. Secara nyata Sidney juga telah mengembangkan program pengolahan limbah makanan secara efisien.
Bogota (Colombia)
Sejak lama Bogota telah melakuan perbaikan lingkungan, pasokan air dan pohon perkotaan, bersama dengan penurunan perdagangan satwa liar dan pengurangan pencemaran udara. Debu, jelaga dan asap dari kendaraan diesel kini telah menurun drastis, dikarenakan perjanjian yang ditandatangani pemerintah dengan Ecopetrol, perusahaan minyak milik pemerintah Kolombia. Perbaikan tersebut kemudian dibantu oleh beberapa proyek lingkungan yang diprakarsai oleh kantor walikota, berkolaborasi dengan sekitar 700 perusahaan. Menurut hasil tes dari empat sungai di Bogata, yakni sungai Tunjuelo, Salitre, Fucha dan Torca telah menunjukkan peningkatan kualitas air. Kebun raya kota menanam lebih banyak pohon hingga lebih dari 1,2 juta pohon telah tumbuh di 1.200 ruang hijau publik di Bogota.
Curitiba (Brazil)
Terpilihnya seorang arsitek Jamie Lehner sebagai Walikota Curitiba di akhir tahun 60an, berpengaruh besar terhadap tatanan kehidupan dari kota ini. Jamie mengambil langkah berani dalam penggunaan lahan perkotaan dengan konsep pedestrianization, dan penggunaan sistem transportasi umum yang terjangkau dan efisien. Sistem bus telah menjadi fitur kunci dari pembangunan Curitiba.
Ruang terbuka hijau dibuat untuk pengendalian banjir. Membangun bendungan kecil di sungai sehingga tercipta danau dan taman bagi penduduk kota. Ada 28 taman dan daerah berhutan di Curitiba yang menjadikan pemandangan kota sangat asri, sungguh berbeda dari kota berkembang lainnya di dunia.
Selama 40 tahun terakhir kota ini menjadi pusat percontohan kota-kota berkembang di dunia. Pemerintah kota juga mendorong pelestarian gedung-gedung tua, guna mempertahankan warisan arsitekturnya. Fakta bahwa lebih dari 70% dari orang di sana bergantung pada transportasi umum yang sangat efisien. Curitiba adalah model kota yang luar biasa untuk kota metropolitan dengan konsep yang ramah lingkungan.
London (England)
Sungguh mengherankan!! Ternyata kota ini masih memiliki satwa liar dan pemandangan alam yang indah. Sungai Thames, berbagai taman abad pertengahan, hutan kuno di Utara dan kapur downland di Selatan, serta Elang Peregrine yang berkembang biak di jantung kota London. Dilihat dari atas, kota ini memiliki banyak kawasan hijau sungguh menakjubkan bagi sebuah kota Megapolitan dunia. Gedung pencakar langit, dan jalanan yang sibuk, adalah ciri khas kota besar, namun London sungguh berbeda. Di kota ini tak terhitung banyaknya pohon di pinggir jalan, sungai-sungai yang bersih, waduk, lahan pertanian dan hutan kota. Pemerintah kota mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam perawatan dan pengelolaan lingkungan lokal mereka dan ini menumbuhkan kebanggaan bagi warga London.