PROPERTY INSIDE – Peningkatan lalu lintas udara Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 4,8 persen pada tahun 2025, ini menjadikan Indonesia sebagai pusat perluasan pengembangan bandara. Selain itu Indonesia menghadirkan peluang menarik bagi berbagai pihak yang bekerja di sektor penerbangan dan bandara.
Saat ini perluasan bandara menjadi program perencanaan utama pemerintah yang termasuk dalam investasi infrastruktur bandara senilai USD 25 miliar. Karena itu, pameran dan konferensi tahunan berbasis B2B Airport Solutions Global Series hadir di Indonesia pada 6 – 7 Desember 2017 mendatang. Event ini menyatukan seluruh rantai pembelian industri airport solutions serta menyediakan sarana untuk menghubungkan supplier dengan para pemangku kepentingan industri kunci dan pengambil keputusan.
Sebelumnya, event akbar ini telah berlangsung di beberapa negara, yakni di Turki (April 2017), Mexico (Mei 2017), Dubai (November 2017). Ajang ini juga akan menampilkan sejumlah para pemimpin industri terpenting yang ingin berbagi pengetahuan secara menyeluruh mengenai rantai pembelian untuk bandara dan penerbangan mulai dari produsen, operator bandara, pengembang, regulator dan investor, hingga para pengguna akhir.
Dalam siaran persnya, Senin (20/11) di Jakarta, Airport Solutions Indonesia mengumumkan jajaran pembicara dan panelis untuk ajang yang digelar selama dua hari di Jakarta Convention Center itu. Acara akan dibuka oleh Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia diikuti pemaparan dari Dr. Ir. Agus Santoso, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Konferensi nantinya terbagi menjadi empat sesi berbeda: Keamanan dan Keselamatan, Pengalaman Penumpang, Pengembangan Bandara di Indonesia serta Pelayanan dan Teknologi Inovatif. Program ini akan mencakup studi kasus seperti Kebijakan Penerbangan ASEAN serta Pengembangan Bandara Hang Nadim dan Kertajati.
Untuk sesi keamanan dan keselamatan menghadirkan presentasi dari Danang S. Baskoro, Presiden Direktur PT Angkasa Pura I. Diskusi panel akan meninjau pandangan global tentang keamanan bandara serta mengidentifikasi kesenjangan kinerja dalam keamanan penerbangan Indonesi. Sesi ini juga diikuti dengan perspektif maskapai tentang keamanan bandara dan memajukan keamanan fasilitas darat.
Sesi pengalaman penumpang akan berfokus pada peningkatan fasilitasi penumpang dengan Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur PT Angkasa Pura II sebagai narasumber yang mereview proses penumpang yang efisien dan otomatisasi pengawasan perbatasan, dilanjutkan studi kasus Bandara Changi serta cara untuk memenuhi harapan penumpang.
Pada hari kedua, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya, akan memaparkan sesi Pengembangan Bandara di Indonesia yang membahas pengembangan bandara sebagai pintu gerbang menuju Indonesia. Perluasan dan renovasi bandara regional serta peninjauan penanganan lahan akan dibahas dalam sesi ini.
Sementara untuk sesi Pelayanan dan Teknologi Inovatif akan menampilkan studi kasus Bandara Internasional Cochin yang tengah mempertimbangkan untuk memberdayakan bandara dengan energi terbarukan, sedangkan yang lainnya adalah membangun sistem operasi bandara dengan mempelajari Bandara Auckland. Sesi ini akan diakhiri dengan diskusi panel mengenai teknologi masa depan untuk Bandara Indonesia termasuk menilik teknologi robotika dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), pilihan layanan mandiri, pendalaman teknologi - iBeacon, augmented reality dan facial recognition.
Timothy Hawes, Direktur Portofolio penyelenggara acara Tarsus F&E LLC Middle East, mengatakan, "Dengan proyek bandara dan rencana investasi yang signifikan ini, Airport Solutions Indonesia akan menyediakan platform yang sangat dibutuhkan bagi industri bandara yang sedang berkembang di Indonesia dan Asia Tenggara; menyatukan seluruh rantai pembelian yang menjadi solusi industri bandara."
"Permintaan industri untuk konferensi ini digambarkan langsung oleh dukungan yang telah kami dapatkan dari pemerintah Indonesia serta komitmen para pemimpin industri kunci untuk menjadi bagian dari konferensi tersebut. Kami sangat senang bisa menawarkan konferensi yang sangat dibutuhkan bagi para peserta,” lanjutnya.
Tarsus F&E Aerospace, penyelenggara Airport Solutions Indonesia, merupakan salah satu perusahaan paling berpengaruh di event industri dirgantara yang diluncurkan pertama kali dalam Dubai Airshow pada tahun 1989, bersamaan dengan Dubai Civil Aviation Authority, Dubai Airports dan UAE Armed Forces.