logo

The HUD Institute: Soal Program Sejuta Rumah, Pemerintah Tak Perlu Bicara Angka

The HUD Institute: Soal Program Sejuta Rumah, Pemerintah Tak Perlu Bicara Angka
PROPERTY INSIDE - Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatur tentang percepatan proses perijinan untuk pembangunan rumah MBR, ternyata belum mampu mengenjot target pembangunan “Sejuta Rumah”.

Pada akhir November 2017, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut pencapaian yang terealisasi baru 663.314 unit rumah. Sebanyak 544.870 unit diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sisanya sebanyak 118.444 unit diperuntukkan bagi non-MBR.

Kementerian PUPR memperkirakan, realisasi Program Sejuta Rumah hingga akhir tahun 2017 hanya akan berkisar 900 ribu unit. Meski tak mencapai target namun menurut Basuki proyeksi itu masih melampaui realisasi tahun lalu yang hanya berkisar 860 ribu.

Namun demikian, Direktur Eksekutif The Housing and Urban Development (HUD) Institute Zulfi Syarif Koto kepada Property Inside, Kamis (14/12), mengatakan jumlah angka-angka tersebut tidak bisa menjadi acuan pencapaian pemerintah karena banyak faktor terjadi di lapangan yang membuat program ini terkendala.

“Saya tida tertarik berbicara angka-angka, karena belum tentu itu benar-benar terealisasi di lapangan. Pertanyaannya, apakah jumlah tersebut benar-benar dilihat langsung dan dikontrol di lapangan, atau hanya merupakan laporan belaka?” tanya Zulfi.

alt text
Alih-alih berbicara soal angka, Mantan Deputi Kementerian Perumahan Rakyat Bidang Perumahan Formal ini menyarankan agar pemerintah lebih menyoroti berbagai pemasalahan mendasar yang menghambat pembangunan rumah rakyat tersebut.

“Pemerintah punya good will, namun apakah setiap kebijakan dikontrol sampai ke bawah? Sampai saat ini masih sering terjadi miss antara konsumen, developer, pemerintah daerah sampai ke pemerintah pusat.”

Menurut Zulfi, hal ini terjadi karena pemerintah belum bisa menyatukan persepsi semua kepentingan, baik konsumen, developer maupun pemerintah daerah. Selain itu, faktor-faktor lain seperti ketersedian lahan, tidak sinkronnya antara Perda dan aturan pemerintah pusat juga menjadi kendala.

Memang banyak praktisi pembangunan rumah MBR menilai kebijakan banyak yang tidak sinkron. Misalnya, Presiden mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII untuk mendorong percepatan pembanguan rumah, namun di sisi lain pemerintah mengeluarkan PP No.64 Tahun 2016 yang didalamnya diharuskan adanya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk rumah MBR, yang dirasa memberatkan pengembang rumah subsidi.

“Itu salah satu contoh aturan yang dibuat pemerintah yang malah membuka peluang baru bagi aparatur di bawah untuk cawe-cawe. Tentu ini memberatkan pengembang. Cost produksi menjadi tinggi.”

alt text
Zulfi Syarif Koto – Direktur Eksekutif The HUD Institute


Zulfi melanjutkan, daripada pemerintah berkutat soal pencapaian angka, lebih baik pemerintah membenahi hal-hal pokok terlebih dahulu. Jika tidak dibenahi, Zulfi khawatir, tahun 2018 program “Sejuta Rumah” tidak akan berjalan maksimal, bahkan mungkin pencapaiannya turun dibanding 3 tahun sejak program ini berjalan.

Zulfi menyarankan agar pemerintah melakukan langkah-langkah strategis dari semua sisi yang berdampak langsung untuk pengadaan rumah ini. Dari sisi konsumen, pemerintah harus bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah juga harus bisa membuat regulasi yang memudahkan.

“Dari sisi developer, pemerintah harus bisa mengontrol kenaikan harga lahan, jika harga terus melambung developer tidak akan sanggup membangun rumah murah. Selain itu pemerintah harus mencarikan alternatif pembiayaan, tidak hanya mengandalkan perbankan, baik untuk kredit KPR-nya, kredit konstruksi, maupun kredit kepemilikan lahan.”

Tak hanya itu, pemerintah sebaiknya juga mewajibkan holding-holding BUMN properti untuk membangun rumah murah. Untuk bahan baku, perintahkan holding BUMN yang bergerak di industri semen, baja, beton menyiapkan harga khusus untuk program “Sejuta Rumah”.

“Presiden bisa membuat harga semen di Papua sama dengan di Indonesia bagian Barat, harusnya ini juga bisa. Kalau ini dilakukan, paling tidak lebih dari 1 juta rumah bisa dibangun dalam setahun, maksimal 5 juta rumah,” tegas Zulfi.
SHARE :
Tweet
Property News The HUD Institute: Soal Program Sejuta Rumah, Pemerintah Tak Perlu Bicara Angka
PUBLISHED : Thursday, 14 December 2017

Most Popular

Tingkatkan Penjualan Properti 2018 dengan 4 Trik Marketing PropTech ini

Para pakar di industri real estate mengakui bahwa sektor bisnis ini cukup lamban menerima perubahan dan teknologi baru.

Berapa Ketentuan Besaran Komisi Broker Properti

Ketentuan besaran komisi tersebut telah ada sejak tahun 2008, yang tertuang dalam Permendag No 33/M_DAG /PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti.

Ciputra Pemindahan Ibukota Tidak akan Mengurangi Harkat dan Martabat Jakarta

Ciputra mengamini bahwa Kalimantan sangat tepat dipilih sebagai alternatif ibukota baru bagi republik ini. Letak geografis yang berada di tengah akan memberi efek domino yang besar bagi pembangunan kawasan-kawasan lain di luar Jawa.

Artificial Inteligence Semakin Berkembang Ruang Sewa Kantor Diprediksi Berkurang

Perusahaan akan lebih memanfaatkan ruang co-working dan ruang fleksibel lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

INTERVIEW Alvin Andronicus AVP Marketing Agung Podomoro Land

Hampir genap 30 tahun pria kelahiran Sukabumi ini meniti karir professional di industri properti tanah air sejak tahun 1988. Selama itu pula dirinya mampu mengadaptasi banyak perubahan di dunia bisnis yang sangat dinamis ini.

Helen Hamzah Associate Director Ciputra Group Konsistensi Pada Profesi

Dedikasinya pada dunia properti tak perlu diragukan lagi, lebih dari dua dekade Helen Hamzah berkecimpung di industri ini.

Kerjasama dengan Pakubumi Semesta Synthesis Residence Kemang Kebut Progress Pembangunan Kerjasama dengan Pakubumi Semesta, Synthesis Residence Kemang Kebut Progress Pembangunan

Synthesis Residence Kemang, salah satu proyek dari Synthesis Development saat ini fokus mengejar proses pembangunan kawasannya dengan menggandeng PT. Pakubumi Semesta sebagai mitra kerjasama strategis.

BSD Siapkan Capex Rp 4 triliun Tahun iniBSD Siapkan Capex Rp 4 triliun Tahun ini

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, BSDE menyiapkan belanja modal senilai Rp 4 triliun pada tahun 2018 guna mendukung target dan rencana ekspansi.

Rangkul Desainer Interior Kontraktor Startup ini Tawarkan Kemitraan StrategisRangkul Desainer Interior & Kontraktor, Startup ini Tawarkan Kemitraan Strategis

Startup digital ini menangkap peluang pangsa pasar kebutuhan jasa desain interior dan kontraktor yang meningkat signifikan di tengah maraknya industri kreatif saat ini.

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Tol Padang Pekanbaru Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Tol Padang – Pekanbaru

Jalan Tol ini adalah bagian dari ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Lampung – Aceh) yang merupakan salah satu mega-proyek yang sangat strategis keberadaannya untuk memaksimalkan konektivitas antar daerah di Sumatera.

Apartemen Pertama Sinar Mas Land di Surabaya Mulai DibangunApartemen Pertama Sinar Mas Land di Surabaya Mulai Dibangun

Apartemen pertama dari Sinar Mas Land di kota Surabaya ini, menggabungkan residence, resort, water recreation, continuous greenery & life style.

Iklan kanan 1
Iklan kanan 2