Praktisi Yakin Tahun Politik Menjadi Momen Tepat untuk Membeli Properti

Share on Facebook
Tweet on Twitter

PROPERTY INSIDE – Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun Real Estat Indonesia (REI), Mualim Wijoyo juga optimis tahun depan properti akan bertumbuh. Menurut dia, tahun politik justru menjadi momentum terbaik bagi konsumen untuk membeli properti, karena usai perhelatan tahun politik harga properti akan naik signifikan.

“Adanya momen Pilkada serentak 2018 disusul pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019, bisa dibilang dua tahun kedepan merupakan tahun politik di Indonesia. Bila menilik momentum serupa di tahun-tahun sebelumnya nilai properti memiliki kecenderungan untuk naik secara signifikan setelah perhelatan politik selesai,” ungkap Mualim.

Sementara itu, Marketing Direktur Green Pramuka City Jeffry Yamin menilai berbagai kebijakan pemerintah seperti BI 7-Day Repo Rate, Tax Amnesty, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan pembangunan infrastruktur memberikan stimulus pada sektor properti.

“Dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen yang ditargetkan oleh pemerintah di tahun 2017 saya melihat kemampuan pemerintah dalam mendorong laju ekonomi nasional ke arah yang lebih baik. Ini akan berdampak positif untuk bisnis properti, termasuk hunian vertikal seperti apartement, ” ungkapnya pada acara media gathering “Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018” Kamis, (14/12) di Jakarta.

Berdasarkan data Bank Indonesia tercatat indikasi peningkatan pertumbuhan kredit baru pada Q2 2017. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sebesar 70,7 persen pada Q2 2017 dan untuk segmen apartemen, rasio NPL tertinggi berasal dari apartemen dengan luas kurang dari 21m2, yaitu 5,52 persen. Sementara rasio NPL terendah apartemen berasal dari tipe besar (di atas 70 m2) yaitu sebesar 1,77 persen.

Sementara untuk tahun 2018, konsultan properti Colliers Internasional memproyeksikan pasar apartemen di Jabodetabek supplainya akan mencapai angka 34.000. Hal ini mengindikasikan optimisme pengembang terhadap pasar properti tanah air yang masih terus bertumbuh.

Green Pramuka City sendiri turut meramaikan pasar hunian vertikal tahun mendatang dengan mengedepankan keunggulannya sebagai satu kawasan strategis d itengah kota Jakarta. Menawarkan konsep one stop living Green Pramuka City menawarkan berbagai promo menarik seperti program cicilan 120 kali tanpa slip gaji, DP mulai 10 persen, gratis biaya pemeliharaan selama 1 tahun dan kemudahan proses administrasi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.