PROPERTY INSIDE – Laporan tahunan The Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) mengenai riview pembangunan gedung pencakar langit 2017 menguraikan bahwa 69 kota di 23 negara telah menyelesaikan pembangunan highrise building baru.
Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibanding tahun 2016 yang mencatat hanya 54 kota dan 18 negara membangun gedung tertinggi baru. Laporan yang dilansir dari Archdaily, Jumat (15/12) hanya mencatat bangunan yang tingginya diatas 200 meter atau setinggi 656 kaki.
Tahun ini rekor gedung tertinggi dipegang oleh Ping An Finance Center di Shenzhen, Guangdong, China yang memiliki ketinggian 599 meter, ini menjadikannya sebagai gedung tertinggi ke-4 di dunia.
Lotte World Tower di Seoul, Korea Selatan setinggi 555 meter, berada di tempat kedua sebagai gedung tertinggi yang selesai pengerjaannya di tahun ini. Gedung ini resmi beroperasi sejak 3 April 2017.

Dalam laporan tersebut, CTBUH menguraikan tren tahun ini dalam desain gedung tinggi. Khususnya, tahun 2017 yang terbukti merupakan tahun pengembangan highrise building paling beragam secara geografis dalam sejarah bangunan tinggi.
Direktur Eksekutif CTBUH Antony Wood mengatakan data dari tahun 2017 menunjukkan kelanjutan dari tren menuju pembangunan proliferasi gedung pencakar langit yang lebih global.
“Pembangunan gedung bertingkat tinggi tidak lagi terbatas hanya pada pusat keuangan dan bisnis tertentu, namun justru menjadi model global untuk pembentukan pemukiman baru (densifikasi,-red). Karena lebih dari satu juta orang di planet kita mengalami urbanisasi setiap minggunya,” katanya.
Laporan ini juga mencatat, secara global China memimpin pembangunan gedung pencakar langit, menyelesaikan 53 persen dari seluruh bangunan baru dengan ketinggian di atas 200 meter. Bahkan Shenzhen, menyelesaikan 12 bangunan tersebut tahun ini. Amerika serikat menempati urutan kedua dalam daftar tersebut dengan 10 gedung pencakar langit baru yang selesai pada tahun 2017.

Steve Watts, Chairman CTBUH menyebut bahwa pihaknya mengambil kesimpulan spekulatif bahwa perkembangan yang terjadi ini adalah imbas dari hasil pemulihan dari krisis ekonomi tahun 2008. Dengan adanya kepercayaan yang lebih besar pada pemulihan tersebut memicu kebangkitan pembangunan hunian spekulatif.
“Selain itu, ada minat yang meningkat selama beberapa tahun terakhir dalam investasi real estat hunian oleh investor sebagai strategi manajemen kekayaan. Namun, dinamika pasar sangat bervariasi tiap negara, jadi kemungkinan ada faktor lain dalam kasus ini,” ujar dia.
Laporan CTBUH juga memproyeksikan tahun 2018 akan terjadi pemecahan rekor lainnya, yang akan dicatat oleh Goldin Finance 1177 setinggi 597 meter di Tianjin dan Zun Tower China di Beijing setinggi 529 meter yang diharapkan selesai tahun 2018.

Photo source: Archdaily























