Material Pengganti Kaca ini Tampilkan Bangunan Lebih Futuristik

PROPERTY INSIDE – Kaca telah menjadi pilihan utama dalam pembangunan rumah maupun real estate jenis apapun sejak berabad-abad lamanya. Dulu, tidak ada alternatif lain pengganti kaca untuk memenuhi kebutuhan material bangunan ini. Namun kini, para arsitek, ahli konstruksi dan pemilik rumah bisa memilih polikarbonat (polycarbonate) sebagai opsi alternatif pengganti kaca.

Polikarbonat sering juga disebut sebagai engineering plastic yang merupakan hasil sintesa minyak bumi dan gas. Sebenarnya material ini sudah ditemukan di AS, dan Jerman sejak tahun 1956, namun baru masuk ke Indonesia sekitar pertengahan 1980-an.

Polikarbonat sangat bening dan memiliki kemampuan mentransmisikan cahaya yang sangat baik dibandingkan dengan jenis kaca lainnya. Mudah dipotong dengan peralatan biasa, dibentuk lengkungan, dan mudah pemasangannya. Bahkan polikarbonat ini telah direkomendasikan sebagai bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Awalnya, polikarbonat lebih banyak dikenal sebagai penutup atap, namun sebenarnya ada banyak kegunaan bahan yang kuat dan tahan panas ini. Yang jelas harga bahan bangunan ini lebih murah dibandingkan kaca yang tentu saja dapat menghemat biaya pembangunan rumah atau gedung.

Material ini sangat kuat, 250 kali lebih kuat dibandingkan kaca, dan 20 kali lebih kuat dibandingkan akrilik. Dengan kekuatan seperti itu, polikarbonat banyak digunakan untuk jendela pesawat terbang, tameng huru hara, gallon air minum. Sebagai pengganti kaca, material ini dapat dimanfaatkan, untuk atap transparan maupun partisi ruang.

Partisi polikarbonat cocok diaplikasikan untuk interior modern, banyak arsitek memakainya karena memiliki efek tembus pandang dan mampu membentuk pencahayaan yang unik, sehingga dapat menciptakan suasana ruang yang berkesan hi-tech. Sifatnya yang tahan air membuat bahan ini bisa juga diterapkan di area yang basah dan lembab seperti kamar mandi.

Di Indonesia, bahan ini belum banyak digunakan untuk lantai rumah meski sudah dipakai untuk dekorasi stand pameran, lantai panggung atau ruang disko. Bahan polikarbonat yang semi transparan dapat menciptakan efek lighting yang menarik dari arah bawah, sehingga tampilan ruang menjadi glamour dan meriah.

Polikarbonat sudah banyak digunakan para arsitek luar negeri untuk interior maupun fasad bangunan, penggunaannya memberi kesan yang art dan futuristik. Namun selain itu, polikarbonat ternyata bisa juga diaplikasikan sebagai material untuk furnitur subtitusi kayu atau logam.

Atau juga dikombinasikan dengan kedua material dasar tersebut. Polikarbonat biasanya dipakai pada bagian-bagian tertentu saja seperti ambalan pada lemari, pintu lemari, atau bagian lain. Perpaduan tersebut menghasilkan furnitur dengan tampilan modern dan hi-tech.

Photo source: Pinterest & Deezen.com

Share this news.

Leave a Reply