Jokowi Resmikan Bandara Terapung Pertama di Dunia

Share on Facebook
Tweet on Twitter
Bandara Ahmad Yani Diresmikan Presiden Jokowi Kamis (7/6) di Semarang. Antara Foto/R. REKOTOMO

PROPERTY INSIDE – Bandara baru Ahmad Yani resmi beroperasi ditandai oleh peresmian yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada Kamis (6/7) kemarin di Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini awalnya merupakan Pangkalan Udara TNI dan berkembang menjadi bandara penerbangan domestik dan kemudian internasional.

Yang menarik, terminal bandara dibangun di atas rawa (air) dan dikelilingi kolam. Berbagai fasilitas  mulai dari gedung terminal, gedung parkir, dan wetland park area, mengakomodasi kondisi lahan yang sebelumnya merupakan lahan rawa. Ini merupakan terminal penumpang bandara terapung pertama di Indonesia, bahkan di dunia.

Baca juga: Dukung Asian Games 2018, AP II Siapkan Layanan Sekelas Bandara Incheon

Presiden mengaku terkejut saat melihat hasil pengembangan bandara ini dan bisa selesai lebih cepat dari yang ditargetkan. Menurutnya, pembangunan terminal baru di bandara ini ditargetkan rampung akhir tahun ini. Namun, ternyata sudah dapat dioperasikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2018.

Jokowi juga memuji hasil pembangunannya, dengan arsitektur yang bagus, lingkungan yang cantik, dan lalu lintas keluar masuk pesawat pun bisa terlihat di bandara ini. Bandara ini juga mampu menampung  9 kali lebih banyak dari sebelumnya. Kapasitas penumpang terminal baru Bandara Ahmad Yani dulunya hanya 800 ribu orang, dan kini menjadi 6,9 juta penumpang.

“Arsitekturnya bagus, lingkungannya cantik, mungkin kelihatan arus lalu lintasnya enak keluar masuknya. Yang kurang satu, rantainya kurang panjang Pak menteri,” ujar Presiden.

Baca juga: The Best Airports in The World

Presiden meminta agar runway Bandara diperpanjang lagi dari 2.500 meter menjadi 3000 meter. “Jadi saya minta paling lambat akhir tahun depan itu sudah tambah jadi 3.000,” perintah Presiden.

Untuk terminal kargo luasannya bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya 774 meter persegi, kini menjadi 2.048 meter persegi. Selain itu, area bandara ditanami 24 ribu bibit mangrove seluas 4.478 meter persegi untuk mendukung kelestarian lingkungan.

Desain bandara ini juga mengadopsi konsep eco-airportdengan sebagian besar bangunan berdiri di atas air. Dengan investasi sekitar Rp 2 triliun, bandara baru ini dilengkapi dengan 30 konter check-in, 8 eskalator, 8 elevator, 2 travelator, serta 3 buah garbarata. Selain itu, tersedia pula gedung parkir yang mampu menampung 1.200 kendaraan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.