PROPERTY INSIDE – Arsitektur lokal Nusantara memang sangat kaya akan filosofi dan makna. Salah satu bukti kekayaan kearifan lokal dari arsitektur Nusantara yang kaya akan filosofi adalah Rumah adat Betawi atau yang terkenal dengan sebutan Rumah Kebaya.
Meski memiliki bentuk yang sederhana namun arsitekturnya kaya akan makna. Salah satu ciri khas dari rumah adat Betawi adalah hiasan Gigi Balang.
Ornamen Gigi Balang yang menjadi ciri khas pada arsitektur Betawi itu tak hanya sebagai penghias bangunan namun juga memiliki falsafah dalam kehidupan masyarakat Betawi. Gigi Balang biasa ditemukan di rumah Betawi.
Motif Gigi Balang berwarna kuning-hijau khas Betawi memiliki makna tersendiri yang sangat mendalam. Warna kuning melambangkan kehangatan, cerdik, dan berbakat dalam bisnis. Warna hijau melambangkan harmoni dari ragam Betawi yang bisa berkolaborasi dengan suku-suku lain.
Selain dari warnanya, bentuk Gigi Balang memiliki makna tersendiri. Bentuk ornamen segitiga berjajar menyerupai Gigi Belalang yang melambangkan bahwa hidup harus jujur, rajin, bener, ulet, dan sabar. Ornamen gigi balang ini merupakan umumnya terdapat pada tepi atap rumah-rumah masyarakat Betawi.
Ornamen gigi balang berupa papan kayu bentuk segitiga dan bulatan yang berjajar sehingga menyerupai gigi belalang. Selain itu, gigi balang bagi masyarakat Betawi memiliki arti “pertahanan yang kuat, dan keberanian.” Prinsip tersebut adalah prinsip utama yang dipegang teguh oleh masyarakat Betawi asli.
a.Bentuk/Desain
Ornamen Gigi Balang berbentuk segitiga (cagak) karena merupakan gambaran dari bentuk gunung.
Bentuk ornamen Gigi Balang:
- Tumpal
- Wajik
- Wajik susun dua
- Potongan Waru
- Kuntum melati
b.Filosofi/Makna :
Sebagai perlambang gagah, kokoh dan berwibawa.
c. Fungsi, Penggunaan dan Penempatan :
- Fungsi sebagai dekorasi melalui media berbentuk lampu dan pengecatan serta media lainnya
yang memungkinkan. - Penggunaan di bangunan tradisional Betawi, fasilitas publik, gedung bertingkat, gapura,
panggung pementasan, stand pameran (booth) dan area lain yang memungkinkan dari aspek
estetika dan keselamatan umum. - Penempatan pada bagian atas (lisplang) bangunan sesuai estetika dan keselamatan umum.









