PROPERTY INSIDE – Arsitek Jepang Shigeru Ban, belum lama ini merilis penampakan terbaru dari Terrace House for Vancouver, hunian vertikal yang terbuat dari kayu hibrida. Residential tower yang tingginya diperkirakan mencapai 71 meter ini menurut Port Living, developer Terrace House, adalah bangunan dengan struktur kayu hibrida tertinggi di dunia. Bangunan ini terdiri dari bingkai luar kayu dengan bagian atas kaca dan dipasangkan dengan inti beton dan baja.
Visual dan rincian yang baru dirilis ini mengungkapkan bahwa bangunan di tepi laut Vancouver ini akan menyediakan 20 hunian mewah, dengan desain palet sederhana dan netral, yang kesemuanya dirancang oleh Ban. Bagian bawah bangunan ini memiliki teras yang posisinya ditambahkan Ban sejajar dengan tetangganya, The Evergreen Building yang dirancang oleh arsitek Kanada Arthur Erickson. Tiga apartemen tersedia di tujuh lantai teratas dimana struktur kayu yang meruncing ke atas berada.

CEO Port Living, Macario Reyes, seperti dikabarkan Dezeen menyebut Terrace House adalah modern development yang menonjol dan akan menjadi salah satu residential building terbaik di dunia. “Shigeru Ban dan timnya sangat memperhatikan detail bangunan dan memastikan bahwa masing-masing unit apartemen ini benar-benar unik dan paling berbeda di Vancouver.”
Di bagian bawah apartemen, Ban merancang pintu kaca geser besar di ruang keluarga, kamar tidur dan kamar mandi yang menuju ke luar dengan pemandangan ke arah kota dan pegunungan. Ruang terbuka di teras menampilkan penerangan yang dipasang di tepi balkon, sementara untuk tanaman disampirkan di atas balkon. Ruang outdoor balkon ini berdampingan dengan ruang tamu, dapur dan ruang makan terbuka.

Dapur akan dilengkapi dengan stainless steel yang dilapisi chrome, dengan lemari penyimpanan berdinding putih. Kamar mandi juga ditampilkan dengan warna putih, sementara kamar tidur akan menampilkan millwork, lemari pakaian. Sementara kamar mandi didesain seperti di ruang-ruang spa.
Bagian atas hunian ini dirancang sangat detail dan memperlihatkan struktur kayu cemara Douglas dari hutan di wilayah Kootenay, British Columbia. Di bagian dalam, kayu ini akan melapisi langit-langit untuk menambahkan kehangatan ruangan dengan isolasi yang kedap suara.

Winter Garden akan ditempatkan di depan hunian vertikal ini, dengan teras tertutup diposisikan dibagian bawah lereng atap. Taman ini terbungkus panel kaca geser elektronik motorik, para developer menganggap ini sebagai ” pioneering design” karena ini merupakan yang pertama di dunia.
Dengan harga mulai dari USD 3 juta, tempat tinggal mewah ini juga akan dilengkapi dengan teknologi cerdas, kaca yang dipilih pun diklaim dapat melindungi koleksi seni penghuninya dari kerusakan sinar matahari, termasuk juga dengan sistem pemanas dan pendinginan di lantai.

“Terrace House telah dirancang dan direncanakan dengan matang oleh Shigeru Ban untuk memastikan bahwa 20 unit apartemen mewah ini masing-masing adalah karya seni individual. Untuk kenyamanan, penghuni akan menikmati layanan service dari para pelayan yang berdedikasi dengan sejumlah besar fasilitas untuk memastikan gaya hidup kelas atas terbaik,” kata Reyes.
Ban pertama kali meluncurkan disainnya untuk Terrace House tahun lalu. Bangunan ini ditargetkan selesai pada tahun 2020, dan akan desain arsitek apartemen berbahan kayu pertama di Kanada. Ini bukan pertama kalinya Ban bereksperimen dengan konstruksi kayu, yang paling menonjol adalah bangunan pertamanya di Swiss yang sistem strukturalnya seluruhnya terbuat dari kayu.

Proyek Terrace House ini menambah daftar proyek arsitektur eksperimental dengan struktur kayu hybrid, saat ini arsitek semakin beralih ke kayu sebagai bahan bangunan ramah lingkungan, berkualitas dan mampu mempercepat konstruksi.
Sebelumnya, arsitek Prancis Jean Paul Viguier juga telah merancang tiga menara berbingkai kayu di Bordeaux dengan konsep pencakar langit kayu pertama di London, yang dikembangkan oleh PLP Architecture dan para periset dari Universitas Cambridge.
Photo source: Dezeen








