Beli Rumah di Kawasan Sub Urban? Kenapa Tidak?

Share on Facebook
Tweet on Twitter

PROPERTY INSIDE – Beberapa dekade lalu, masyarakat masih enggan memilih kawasan sub-urban sebagai tempat tinggal. Kini, keterbatasan lahan tingginya harga properti di Jakarta, mendorong orang untuk melirik kawasan sub-urban sebagai pilihan hunian yang ideal.

Perumahan kelas menengah adalah pilihan yang paling tepat bagi masyarakat yang memilih tinggal di kawasan sub-urban. Biasanyakeluarga muda yang dalam segi ekonomi termasuk taraf masyarakat kelas menengah melirik kawasan sub-urban sebagai pilihan membeli rumah. Harga yang relatif lebih murah dan kenyamanan menjadi alasan mereka. Meski tidak hanya keluarga muda saja yang memilih tinggal di kawasan penyangga ibukota tersebut.

Selain harga dan kenyamanan, dewasa ini masyarakat lebih memilih tinggal di kawasan sub-urban karena lokasi-lokasi perumahan yang dikembangkan oleh para developer cukup strategis, sehingga dapat mendukung aktifitas harian mereka. Biasanya pengembang memilih lokasi-lokasi yang berdekatan dengan akses angkutan massal, akses jalan tol yang memudahkan mobilitas ke Jakarta dan sebaliknya.

Keberadaan daerah penyangga ini memiliki potensi besar terutama dari segi bisnis properti. Perlahan namun pasti, harga properti di kawasan sub-urban meningkat. Berbagai macam hasil analisa pasar yang menyebutkan pertumbuhan properti di sana cukup tinggi. Dari data yang dihimpun Property Inside, daerah Bekasi, Serpong dan Cibubur menjadi area favorit pencari rumah.

Banyak pihak meyakini investasi properti di kawasan sub-urban sangat menjanjikan. Harus diakui, memang saat ini kawasan sub-urban menjadi target developer mengembangkan kawasan perumahan. Tidak hanya perumahan, bahkan banyak yang mulai membangun proyek apartemen. Proyek properti komersial seperti pusat perbelanjaan modern juga mulai bertebaran di kawasan-kawasan seperti Cibubur, Serpong, Tangerang, Depok dan lainnya.

Tidak hanya sebagai tempat tinggal, membeli rumah di kawasan sub-urban juga merupakan investasi yang menjanjikan. Meski persentase kenaikan harga tiap wilayah sub-urban berbeda-beda, rerata capital gain harga rumah di kawasan sub-urban bisa meningkat hingga 30% per-tahun.

alt text
Tercatat kenaikan harga rumah di wilayah Barat daya Jakarta bisa mencapai 40% per-tahun. Sedangkan kawasan Timur mencapai 25% kenaikan. Sementara untuk wilayah Selatan kenaikannya bisa mencapai 30%. Perumahan kelas menengah paling cepat pertumbuhan investasinya di kawasan sub-urban, inilah sebabnya minat masyarakat sangat tinggi memilih perumahan kelas menengah ini.

Namun, sebagai konsumen, kita harus cerdas dan jeli memilih rumah yang akan dibeli. Banyaknya pengembang yang menawarkan proyek-proyek perumahan di sub-urban, namun tentunya harus diperhatikan bagaimana komitmen mereka. Pemenuhan jadwal serah terima, harga yang ditawarkan, kemudahan pembayaran, dan layanan purna jual sangat penting diperhatikan.

Lokasi adalah hal penting yang harus diperhatikan, mungkin tidak masalah sedikit jauh namun perlu dilihat apakah lokasi perumahan tersebut terkoneksi dengan infrastruktur jalan atau akses tol yang memudahkan aksesibilitas. Para pengembang yang membangun proyek perumahan di luar Jakarta biasanya mengandalkan keberadaan jalur jalan tol yang melalui lokasi proyek perumahan mereka sebagai keunggulan. Lokasi yang berdekatan dengan terminal bus atau stasiun kereta api juga menjadi nilai plus perumahan yang ditawarkan.

Perhatikan juga fasilitas-fasilitas internal dan eksternal yang tersedia, seperti sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Konsep hunian yang ditawarkan pengembang juga harus menjadi perhatian calon konsumen. Ini penting, karena rumah sebagai tempat tinggal haruslah nyaman bagi penghuninya. Saat ini green development tengah diminati, konsep ini ramah lingkungan, hemat energi, asri dan alami.

Kenyamanan penghuni terjamin jika memang konsep ini konsisten diterapkan oleh pengembang, bukan hanya sebagai trend semata atau strategi agar proyeknya laku terjual. Perlu hati-hati, karena ada juga pengembang yang menggunakan konsep tersebut sebagai daya tarik strategi marketing saja.
alt text