PROPERTY INSIDE – DPD REI DKI Jakarta akhirnya meluncurkan survei dan riset pasar properti Ibu Kota dan juga mengupas berbagai aspek industri properti di Jakarta dan sekitarnya.
Amran Nukman, Ketua DPD REI DK Jakarta mengatakan, survei ini dilakukan ke seluruh annggota REI DKI Jakarta yang jumlahnya mencapai 350 perusahaan. “Survei tak hanya mereka yang membangun di Jakarta namun anggota yang juga membangun di daerah sekitarnya dan kota lainnya,” imbuh Amran.
Kegiatan survei dan riset ini dilakukan dilakukan dalam kurun waktu dari Februari hingga April 2018. Bagi para pelaku industri, Pemerintah, maupun stakeholder riset atau studi kondisi real industri properti ini sangat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan, kebijakan maupun tindakan bisnis pengembang.
Baca juga : Tiga Ribu Produk Taso dan Kaso Palsu Dimusnahkan
Amran menyatakan, kesimpulan hasil survei ini sebanyak 55 persen pengembang menyatakan kondisi properti di Jakarta pada 2018 akan sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan 34 persen lainnya optimis kondisi properti 2018 akan menjadi lebih baik.
“Mayoritas pengembang mengatakan tetap merencanakan mengembangkan perumahan sederhana, menengah atas dan apartemen dengan prioritas kebutuhan infrastruktur berupa air bersih dan jalan,” kata Amran.
Sementara Wakil Ketua Bidang Riset dan Luar Negeri DPD REI DKI Chandra Rambey memaparkan bahwa tantangan perlambatan ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak serta merta menyurutkan optimisme pengembang.
“Hasil survei mengungkapkan, bahwa anggota REI DKI mayoritas anggotanya masih optimistis dengan pertumbuhan industri properti tahun ini,” ujar Chandra.
Amran menambahkan, jika sektor ini membaik maka akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi karena properti memiliki multiplier effect yang sangat besar dengan 175 industri turunan.
Lebih lanjut yang disoroti dalam survei ini adalah soal perizinan dan masih jadi tantangan tersendiri dimana birokrasi merupakan faktor yang paling dominan dalam proses perizinan.”Sebanyak 69% responden mengatakan lebih mudah memperoleh perizinan di luar DKI Jakarta dibandingkan Jakarta,”tegas Amran.
Baca juga : Harvest City Luncurkan 2 Klaster Baru Setelah Lebaran
Terkait dampak kebijakan pemerintah, Amran menyatakan pengaruh paling besar adalah pengurangan pajak dan suku bunga kredit, masing-masing 29 persen dan 26 persen.
Sedangkan mengenai dukungan pemerintah untuk infrastruktur, total 68 persen anggota menyatakan cukup baik, baik, dan sangat baik, sedangkan yang menyatakan kurang baik ada 27 persen.
Terkait tahun ini yang masih tersisas sekitar satu semester lagi, Amran mengatakan bahwa pengembang masih akan tetap melakukan ekspansi bisnis dengan memperbesar Capex.
Investasi besar yang digelontorkan menunjukkan industri real estate masih menjadi segmen yang diminati oleh para pelaku usaha. “Dimana mayoritas atau 64% pengembang mencadangkan Capex di atas 100 miliar bahkan 9% menganggarkan capex lebih dari 900 miliar,” imbuhnya.








