PROPERTY INSIDE – Pembangunan infrastruktur ke arah Timur Jakarta sedang dikebut pemerintah, sebut saja pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka yang sudah beroperasi, pembangunan jalan tol layang Jakarta – Cikampek, pembangunan kereta kereta ringan (Light Rail Transport), rencana pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung, dan yang terkini pembangunan Pelabuhan Patimban yang akan dimulai pada Juni 2018.
Pembangunan infrastruktur yang masif tersebut tentu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. Kawasan industri di wilayah Timur tersebut juga akan semakin berkembang dengan adanya dukungan infrastruktur itu. Pada akhirnya kebutuhan hunian bagi masyarakat, khususnya kelas pekerja dan MBR akan semakin tinggi di sana.
Baca juga: Mudik Lebaran 2018 : Diskon Tarif Tol, Arus Mudik Diharapkan Terdistribusi
Hal inilah yang menjadi faktor pendorong SPS Group, pengembang nasional yang berfokus pada hunian MBR, untuk terus berupaya menghadirkan supply rumah MBR bersubsidi di kawasan Timur Jakarta tersebut. SPS Group berupaya menyeimbangkan kebutuhan hunian bagi masyarakat kelas pekerja di kawasan-kawasan yang sangat berpotensi untuk berkembang menjadi sentra ekonomi baru.
Asmat Amin, Chairman SPS Group menyebut bahwa kebutuhan hunian bagi masyarakat bawah dan kelas pekerja di kawasan ekonomi baru tersebut tidak akan bisa dihindari. Menurutnya demand hunian untuk para pekerja sudah pasti akan meningkat di lokasi-lokasi tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi baru berkonsekuensi pada kebutuhan tempat tinggal bagi para pekerja disana. Ini yang mendorong SPS Group sebagai pihak swasta untuk andil membantu pemerintah menyediakan hunian,” kata Asmat dalam perbincangan dengan www.PropertyInside.id, Jumat (1/6) di Jakarta.
SPS Group berencana mengembangkan 4 proyek baru di 4 lokasi yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan hunian terjangkau di wilayah Timur. Keempatnya adalah Grand Cikarang City 2 seluas 70 ha dengan total pengembangan 6.700 unit, Grand Karawang Residence seluas 100 ha dengan pengembangan tahap awal sebanyak 4.400 unit. Selanjutnya Grand Subang Residence, seluas 30 ha dengan 2.800 unit dan yang terakhir Grand Purwakata Residence, 300 ha dengan pengembangan sekitar 25 ribu unit.
Baca juga: Dukung Asian Games, BTN Siapkan KPR Khusus Atlet
Sejauh ini SPS Group telah memasok ribuan rumah bersubsidi untuk masyarakat MBR di kawasan Timur Jakarta, khususnya di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Tercatat untuk tahun 2017 saja SPS Group berhasil memasok 15 ribu unit rumah bersubsidi. Keberhasilan SPS Group ini bahkan diganjar oleh Bank BTN dengan penghargaan sebagai “Pengembang dengan Realisasi Akad Kredit Terbanyak 2017”.
“Tahun ini SPS Group menargetkan dapat kembali menyupply seperti tahun lalu, sekitar 15 ribu unit. Kami tetap optimis angka ini terserap karena memang kebutuhan hunian terjangkau ini memang pasarnya real, ini adalah kebutuhan nyata,” ungkap Asmat.








