PROPERTY INSIDE – Cerita terbengkalainya banyak proyek-proyek properti yang bernilai fantastis sudah bukan barang baru lagi. Banyak penyebab kenapa proyek-proyek properti tersebut bisa terbengkalai, sebagian sudah pernah beroperasi tapi pada akhirnya mangkrak.
Meski sebenarnya yang harus dikritisi dan menjadi pelajaran kita semua kenapa proyek-proyek ini sampai bisa terbengkalai, padahal begitu banyak sudah investasi yang ditanamkan disana. Tapi biasanya malah masyarakat lebih tertarik membahas “sisi lain” dari proyek-proyek tersebut.
Tak jarang proyek-proyek mangkrak ini menjadi urban legend, penuh dengan cerita-cerita mistis di tengah masyarakat. Dan memang urban legend ini lebih menarik dibahas masyarakat daripada kritis terhadap penyebab terbengkalainya proyek-proyek tersebut.
Bagi pemerintah, developer atau siapapun yang mengembangkan proyek sejatinya harus telah memahami rancang bangun dan operasional proyek, agar uang yang ditanamkan tidak tersia-siakan.
Berikut 4 proyek properti terbengkalai yang dirangkum www.PropertyInside.id dengan nilai fantastis namun dikabarkan sangat angker.
Baca juga: Keren, Hotel di Bali ini Bertema Pesawat Luar Angkasa
Menara Saidah
Bagi masyarakat ibukota, nama gedung pencakar langit ini tentu sudah tidak asing lagi. Gedung ini pernah beroperasi, namun kini sudah tidak terpakai lagi. Gedung yang berlokasi di jalan Gatot Subroto, Jakarta ini dulunya difungsikan sebagai pusat perkantoran.
Gedung ini diresmikan tahun 2001, sebelumnya nama gedung ini adalah Gedung Gracindo. Gedung ini memiliki 28 lantai, dibangun pada tahun 1995 hingga 1998 oleh PT. Hutama Karya dan merupakan gedung tinggi pertama yang dibangun oleh kontraktor tersebut.
Tampilan arsitektur gedung ini cukup indah, dengan nuansa patung-patung khas Romawi yang diimpor dari Italia. Pada tahun 2007 gedung ini resmi ditutup untuk umum karena pondasi gedung tidak tegak berdiri dan miring beberapa derajat serta dianggap membahayakan keselamatan penghuni gedung. Konstruksinya dianggap bermasalah sejak awal.
Namun, alasan itu dibantah oleh kontraktor dan pengelolanya. Mereka bilang, bangunan ini nggak miring sama sekali saat direnovasi tahun 2000-an silam. Kabarnya, yang menjadi alasan utama kepergian para tenant adalah gangguan dari makhluk halus. Bagian basement katanya lokasi yang paling angker.
Demikian juga dengan kisah dari dalam lift bangunan ini. Banyak yang berasumsi bahwa lambatnya lift tersebut karena ia dihuni oleh banyak makhluk tak kasat mata. Nah, yang paling tenar jelas hantu wanita berbaju merah yang gentayangan di lantai 3 bangunan megah ini.
Baca juga: Wae Rebo, Kampung di atas Awan
Proyek Hambalang
Proyek Hambalang dimulai sekitar tahun 2003, proyek ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan pusat pendidikan dan pelatihan olahraga bertaraf internasional. Kawasan proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) akhirnya bermasalah dan tersangkut kasus mega korupsi.
Dalam audit BPK, ditulis bahwa proyek bernilai Rp1,2 triliun ini berawal saat Direktorat Jenderal Olahraga Departemen Pendidikan Nasional hendak membangun Pusat Pendidikan Pelatihan Olahraga Pelajar Tingkat Nasional (National Training Camp Sport Center).
Selain itu, lokasi Hambalang itu masuk zona kerentanan gerakan tanah menengah tinggi sesuai dengan peta rawan bencana yang diterbitkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.
Sesuai dengan sifat batuannya, PVMBG menyarankan untuk tidak mendirikan bangunan di lokasi tersebut karena memiliki risiko bawaan yang tinggi bagi terjadinya bencana alam berupa gerakan tanah.
Nilai proyek ini kemudian melejit hingga Rp2,5 triliun saat Kemenpora dipimpin oleh Menteri Andi Mallarangeng. Hal tersebut terungkap dalam audit Hambalang, bahwa pada tanggal 8 Februari 2010 dalam Raker antara Kemenpora dengan Komisi X, Menpora menyampaikan rencana Lanjutan Pembangunan tahap I P3SON di Bukit Hambalang Rp625.000.000.000.
Kepala BPK, Hadi Purnomo menjelaskan, rincian kerugian negara sebesar Rp116,930 miliar merupakan selisih pembayaran uang muka yang telah dilaksanakan sebesar Rp189,450 miliar, dikurangi pengembalian uang muka pada saat pembayaran termin pada tahun 2010 dan 2011 sebesar Rp73,520 miliar.
Tak hanya penuh dengan aroma korupsi, proyek mangkrak ini pun kental dengan cerita-cerita mistis. Saat pekerja media menyambangi proyek ini, penjaga proyek itu menyarankan, para wartawan untuk tak mengambil gambar di lokasi veneu sepak bola.
Petugas tersebut menceritakan, di tempat tersebut pernah tiba-tiba seekor kerbau yang gembalakan tiba-tiba tewas. Beberapa pekerja bangunan juga tiba-tiba pingsan tanpa sebab.
Baca juga: 10 Kota dengan Harga Properti Termahal di Dunia
Taman Bali Festival
Proyek milik Perusahaan Daerah Bali dan PT Abdi Persada Nusantara ini sebenarnya sudah selesai sejak 1997. Taman Festival Bali merupakan sarana rekreasi hiburan alam, binatang, dan juga kesenian. Taman ini berada di pantai Padang Galak yang luasnya mencapai 8,98 hektar dengan investasi sebesar Rp 200 miliar
Pada masa itu Taman Festival Bali menawarkan banyak wahana yang sangat menarik dan bahkan terbilang spektakuler saat itu, yang cukup menarik adalah theater 3D, gunung buatan yang bisa meletus berkala, pertunjukan sinar laser di malam hari, kebun binatang wisata alam, amphitheater, gedung pertunjukan serta sejumlah wahana permainan lainnya.
Sempat beroperasi selama tiga tahun, namun, sejak Februari 2000 mereka menghentikan operasi karena rugi. Kini taman bermain tersebut mangkrak, bangunan-bangunannya tak terawat dan rusak. Tidak ada kegiatan apapun di lahan tersebut.
Kabarnya buaya yang dulu di pelihara di sana sebagian sudah pergi ke laut dan sebagian lagi masih ada di sekitar taman. Belasan tahun mangkrak, 70% bangunannya sudah hancur dan sisanya masih tetap berdiri sampai sekarang.
Walaupun terbengkalai, Taman Festival Bali kini terkenal sebagai lokasi wisata mistis. Untuk masuk ke tempat wisata horor ini dikenakan biaya masuk Rp 10.000/orang meski tak jelas siapa yang mengelola dan untuk apa penggunaan biaya masuk itu.
Pada Desember 2012 salah satu bangunan di Taman Festival Bali terbakar, setelah kebakaran tersebut bangunan terlihat lebih seram, hanya kelihatan rangka-rangka atap bangunan, banyak orang mengatakan kalau tempat ini berhantu.
Ada cerita yang beredar, seorang pengunjung meninggal saat ikut salah satu atraksi permainan dan buaya yang ditampung dalam kolam, konon ada yang terlepas dan tidak bisa ditangkap.
Baca juga: Keindahan “Hotel Berhantu” Tommy Soeharto di Bali
PI Bedugul Taman Rekreasi Hotel and Resort Bali
Hotel ini sempat menjadi viral saat Jacob Laukaitis, seorang traveler bloger mancanegara mengunggah video penemuan hotel ini pada 2015 lalu. Kabarnya lagi, hotel ini dulunya dibangun oleh Tommy Soeharto namun katanya saat ini sudah dijual lagi.
Warga setempat menjuluki tempat ini The Ghost Palace Hotel, padahal nama aslinya adalah Pondok Indah Bedugul Taman Rekreasi Hotel and Resort. Sejarah sebenarnya dari Ghost Palace Hotel agak sulit untuk diverifikasi, tetapi skenario yang paling mungkin adalah bahwa itu dibangun sekitar tahun 1997 sebagai proyek investasi Tommy Suharto, putra bungsu mantan Presiden Soeharto.
Di hotel yang ditaksir bernilai sekitar USD 100 juta ini juga disebut-sebut sesosok hantu berwujud gadis cantik yang menjadi penunggu sekitaran hotel tersebut. Parasnya putih manis khas wajah oriental dan memiliki rambut sepundak, ia kerap menampakkan wujudnya kepada pemuda yang melewati sekitaran hotel tersebut pada malam hari.


















