Teknologi Risha untuk Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Lombok

By 12 August 2018Property News

PROPERTY INSIDE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Rehab rekon rumah yang rusak akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai dan akan dilakukan dengan sistem swakelola dengan konstruksi tahan gempa.

Baca juga: Efek Gempa, REI NTB Berharap Kemudahan dari Instansi Terkait

“Masyarakat tidak hanya menonton, namun akan dilibatkan dalam proses rekonstruksi rumahnya. Tim Kementerian PUPR akan melakukan pendampingan teknisnya,” tegas Basuki, seperti dilansir Pu.go.id, Jumat (10/8) lalu di Jakarta.

Pelibatan masyarakat dalam rekonstruksi rumah pernah diterapkan di Aceh dan Yogyakarta. Hal ini menjadi bagian mitigasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa.

Baca juga: Pemerintah Mendorong Kontraktor Lokal untuk Berperan dalam PSR

Rekonstruksi rumah-rumah yang hancur pasca bencana seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Yogyakarta menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan oleh Balitbang Kementerian PUPR.

Teknologi ini menggunakan sistem modular sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya dibandingkan konstruksi rumah konvensional. Biayanya juga terjangkau, mudah dipindahkan karena knock down, tahan gempa dan dapat dimodifikasi menjadi bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.

Baca juga: Proptech Mendorong Transparansi Bisnis Properti di Asia Pasifik

Teknologi Risha dapat mereduksi kesalahan berulang dalam membangun rumah, khususnya kesalahan sistem sambungan penulangan kolom, balok, sloof dan yang lainnya. Dengan teknologi Risha, panel yang digunakan sudah terstandarisasi serta sistem sambungan yang dapat dikendalikan dan dicek pada saat pelaksanaan maupun sesudahnya.

Teknologi Risha potensial untuk digunakan dalam rekonstruksi rumah yang mengalami kerusakan di Lombok. Risha juga telah diaplikasikan Kementerian PUPR 2 unit rumah contoh yang digunakan sebagai Balai Dusun Akar-Akar Utara dan Sekolah Adat Bayan, Desa Karang Bajo di Lombok Utara yang kondisinya masih utuh meski mengalami guncangan gempa 7 Skala Richter, Minggu (5/8).

Baca juga: Sejarah Lahirnya Konsep Pengembangan Jabotabek

Aplikasi sistem pracetak seperti Risha lainnya adalah Rumah Susun Kayangan, Lombok Timur setinggi 4 lantai yang dibangun Kementerian PUPR melalui kontraktor PT. Brantas Abipraya, kondisinya saat ini tidak mengalami kerusakan meski jaraknya dekat dengan pusat gempa.

Hal ini menunjukan keandalan teknologi Risha sehingga diminati pelaku industri konstruksi. Kecepatan dalam tahap pemulihan dan rekonstruksi menjadi faktor yang menentukan.

Share this news.

Leave a Reply