PROPERTY INSIDE – Gregorius Gun Ho dan Bernadeta Ratna Niken adalah pasangan suami istri dan juga Founder GNA Group yang menaungi Golden Development. Keduanya berangkat dari wadah pendidikan yang sama di Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Jurusan Arsitek.
GNA Group didirikan pada tahun 2000, sebelumnya Gun Ho dan Niken adalah pekerja profesional, sebagai arsitek di perusahaan developer. Saat itu pekerjaan keduanya sebatas menuangkan karyanya dengan mencipta desain aristek milik beberapa developer, dan kebanyakan kliennya perusahaan properti besar.
Gun Ho dan Niken pun beranjak meretas bisnisnya lebih luas dengan mendirikan perusahaan developer di tahun 2010 dengan lini bisnis bernama Golden Development. Gun Ho mengaku melihat opportunity dan tentunya tak hanya sekedar menjadi partisan.
Gregorius Gun Ho dan Bernadeta Ratna Niken .
Lini bisnis GNA Group pun bertambah, selain konsultan arsitek yang hingga kini masih ditekuni dan keduanya berjalan beriringan. Jumlah karyawannya pun hingga kini membengkak selaras dengan jumlah proyeknya yang sudah lebih dari hitungan jari tangan.
Gregorius Gun Ho seorang aristek yang juga developer. Komitmen dan idealismenya memberikan yang terbaik pada semua produk GNA Group.
Awalnya, GNA adalah singkatan dari Gun Ho Niken Architect. Gun Ho mengaku, sejak masa kuliah dirinya sudah banyak bersinergi dengan Niken terkait tugas mata kuliah. Sinergi keduanya dalam industri properti menjadi kekuatan tersendiri yang membuat proyek yang dikembangkan Golden Development menjadi buah bibir.
Paling mudah menandai proyek yang dikembangkan oleh Golden Development terkait proyek-proyeknya adalah fisik bangunan setiap unit rumahnya. Berkarakter, bernilai dan memiliki estetika tinggi yang melekat dan menjadi identitas dari produk-produk yang dikembangkan Golden Development.
Bagi Gun Ho, menyatukan idealisme dengan kebutuhan pasar menurut Gun Ho adalah tantangan tersendiri. “Konsumen selalu ingin mendapatkan produk terbaik, kami pun sebagai arsitek selalu ingin menghasilkan karya yang terbaik.”
Board of Director GNA Group
“Kami terus mencari jalan tengah dalam meluncurkan produk agar proyek yang kami kembangkan diterima masyarakat,” tegas Gun Ho.
Ditarik ke belakang, proyek perdana yang dikembangkan Golden Development pertama kali berada di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Dimensinya hanya 2 ribu meter persegi yang hanya berisi 16 unit rumah dan ruang komersial berupa ruko 4 unit.
Dalam mengembangkan proyeknya Gun Ho mengatakan, seperti konsep pengembangan Golden Park 3 @Serpong hampir sama dengan yang pertama dan kedua.
Golden Stone @Serpong
“Area hijau yang luas, fasilitas pendukung seperti club house, cctv, sport club, serta spesifikasi material berkualitas yang masih tetap kita pertahankan dan jadi kekuatan kita untuk memikat pasar,” kata Gun Ho.
Pun demikian dengan proyek lainnya, seperti yang berukuran luas di Legok yakni yaitu Golden Stone @Serpong, luasnya 25 hektar. Kemudian Golden City yang berlokasi di Kaliabang Bekasi luasnya 30 hektar.
Keduanya di konsep memiliki fasilitas komplit seperti rumah sakit, area komersial, sekolah, pusat belanja hingga hunian vertikal. Proyek jangka panjang ini masih fokus memasarkan produk-produk landed house yang dikemas dalam cluster-cluster.
Golden Stone @Serpong
Sebagai pendatang baru, Gun Ho mengaku dalam mengembangkan proyeknya selalu memposisikan dirinya sebagai konsumen. Produk seperti apa yang diinginkan, fasilitas apa yang diharapkan dan seberapa strategisnya lokasi proyek merupakan pemikiran dasar Golden Development dalam menelurkan proyek.
Namun yang paling menonjol dari produk yang dikembangkan Golden Development adalah desain arsitek produknya. “Kekuatannya ada pada desain unit rumah karena kita expert di bidang ini. Desain produk kita lebih baik dan dan menggunakan material terbaik pula.”
“Tampilan interior dan eksterior mengikuti dan sejalan dengan kebutuhan konsumen. Idealisme karya kita wujudkan dalam proyek dan ternyata diterima masyarakat dan membuat kami terus berkembang hingga saat ini,” jelas Gun Ho.




