Rumah Rakyat, Perkuat Lembaganya dan Benahi Masalahnya

By 6 March 2019News, Property News

PROPERTY INSIDE – Soelaeman Soemawinata, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (REI) mengatakan, dibentuk kembali atau tidak Kementerian Perumahan Rakyat pada kabinet mendatang bukanlah solusi substansial untuk menekan jumlah kesenjangan perumahan.

Eman, nama sapaan Soelaeman menambahkan, hal utama dalam memecahkan persoalan kesenjangan tersebut adalah jika pemerintah benar-benar fokus untuk memperkuat institusi yang mengurus perumahan rakyat itu sendiri.

Baca juga: Rumah Rakyat: BPN Siap Hidupkan Kemenpera, TKN Pertahankan PUPR

Salah satunya, dengan memastikan perumahan yang dibangun bisa terjangkau bagi masyarakat. “Perlu atau tidak, tetapi harus diperkuat. Kalau dipisah, juga harus tetap diperkuat. Kalaupun sekarang tetap ada, harus diperkuat juga,” tegas Eman dalam acara Rembuk Nasional Perlunya Kemenpera  dalam Kabinet 2019-2024 (5/03).

Menurutnya, untuk mengurangi jumlah backlog perumahan yang mencapai 11,4 juta tidak hanya bisa diselesaikan dengan menarget pembangunan rumah semata sebagaimana yang dilakukan saat ini, yakni program sejuta rumah.

Baca juga: Jadi Sasaran Tembak, Pengembang Harapkan Dialog

Lebih lanjut Eman mengatakan, pembangunan perumahan untuk mengejar backlog harus ditopang penyelesaian masalah yang ada di dalam pembangunan rumah rakyat tersebut.

Menurut Eman, masalah mendasar masih saja jadi penghambat industri properti dan khususnya pembangunan rumah rakyat. Dalam menangani ini ada tujuh pilar yang harus dilakukan agar industri properti berjalan dengan baik.

Baca juga: Kementerian PUPR Integrasikan Sistem Perumahan Secara Online

“Saya menyebut ada tujuh pilar yang mempengaruhi bisnis properti. Tujuh pilar tersebut adalah soal regulasi, perizinan, perpajakan, perbankan dan pembiayaan, pertanahan, tata ruang dan infrastruktur,” tegas eman.

Saat ini menurut Eman, tujuh pilar tersebut belum maksimal dijalankan secara bersamaan dan seimbang. Contoh paling mudah dan sangat mendasar adalah proses perizinan. “Masih memakan waktu cukup lama, dan ini cukup mengganggu bisnis developer,” jelas Eman.

Share this news.

Leave a Reply