PROPERTY INSIDE – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menriset Dikti), Mohamad Nasir selepas menikmati uji coba kereta MRT Jakarta beberapa hari lalu berencana akan mengembangkan sumber daya manusia di bidang perkeretaapian, khususnya MRT.
Menurutnya, sumber daya manusia sudah kita siapkan, bekerjasama dengan PT INCA, dan PT KAI, serta pihak terkait, misalnya bagaimana cara perawatannya.
“Oleh karena itu, ada pendidikan di politeknik di Madiun terkait pemeliharaan, operasional, dan teknis,” kata Menteri Nasir seperti dikutip dari lamam mrtjakarta.
Baca juga: MRT Jakarta, Pengamat: Harga Tiket Harus Bersifat Pelayanan Umum
Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan bahwa Kementerian akan buka program perkeretaapian di Politeknik Negeri Banyuwangi dengan Pengajarnya dari berbagai sektor industri seperti PT KAI, PT INCA, dan PT MRT Jakarta juga siap membantu.
Untuk diketahui, dalam mengoperasikan MRT Jakarta, perusahaan menggandeng sejumlah lulusan dari perguruan tinggi seperti Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).
Baca juga: Antara Properti, Transportasi dan Kota Penyangga
Mereka menempati berbagai posisi, mulai dari Direktorat Operasi dan Pemeliharaan seperti masinis, staf pemeliharaan kereta dan rel, sinyal, dan kelistrikan.
Sebagai perusahaan kereta otomatis bawah tanah pertama di Indonesia, kehadiran PT MRT Jakarta tidak sekadar membangun sarana dan prasarana, namun juga membangun sumber daya manusia untuk masa depan transportasi di Indonesia.
Baca juga: Dekati Pasar, Opus Park Buka Kantor Pemasaran di Kelapa Gading
Menteri Nasir berharap, mudah-mudahan kehadiran MRT Jakarta dengan transportasi yang baik ini bisa membantu warga Ibu Kota dan sekitarnya dalam beraktivitas dan juga mengurangi kemacetan di Ibu Kota.
“Saya berharap masyarakat dapat beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum. MRT Jakarta akan menjadi solusi dalam ketepatan waktu perjalanan,” tegasnya.










