PROPERTY INSIDE – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono dalam kegiatan Rapat Koordinasi Asosiasi Tol Indonesia (ATI) di Jakarta, Senin (29/04) menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pembangunan jalan tol.
Untuk itu, Kementerian PUPR telah membuat satu Direktorat Jenderal (Ditjen) baru yakni Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum yang khusus menangani pengembangan penerapan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Baca juga: Menteri Basuki: Permintaan Pembangunan Ruas Tol Terus Bertambah
Basuki berkeinginan agar Permen PU No. 06/PRT/M/2018 disesuaikan tentang wewenang dan tugas Ditjen Bina Marga, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol dalam penyelenggaraan jalan tol.
“BPJT dan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PU akan berfokus pada bidang pembiayaan jalan tol. Sedangkan untuk teknisnya seperti pengawasan kualitas bangunan, dan sistem jaringan jalan tetap berada di Ditjen Bina Marga,” ujar Menteri Basuki melalui keterangan pers.
Untuk itu ATI dalam rapat koordinasi yang dilakukan pada Senin (29/04) yang digelar di Jakarta melakukan pemetaan dan fokus pada penyelesaian kendala yang ada.
Baca juga: Hong Kong Kingland Tunjuk Totalindo Sebagai Kontaktor Utama Kingland Avenue
Kegiatan yang diikuti oleh 9 holding yang terdiri dari 53 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan total lebih dari 100 anggota membahas berbagai bidang dalam binis jalan tol tersebut.
Bidang tersebut diantaranya adalah bidang investasi, business plan review dan financial model, bidang Teknik, lalu bidang operasional serta bidang pendanaan.
Ketua Umum ATI Desi Arryani menegaskan bahwa dengan adanya pencapaian pengoperasian jalan tol yang luar biasa dalam waktu relatif singkat, maka timbul tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh BUJT.
Baca juga: Jababeka Residence Lakukan Topping Off Monroe Apartemen
Ia menambahkan, terutama dari sisi finansial, yaitu bagaimana memenuhi pendanaan dalam membangun jalan tol dalam waktu yang cukup pendek. Lalu dari segi teknis, berhubungan dengan pembebasan tanah, pembangunan dan metode konstruksi.
“Kemudian dari sisi operasional, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jalan serta tantangan-tantangan lainnya yang berhubungan dengan keorganisasian,” jelas Desi melalui keterangan pers.
Baca juga: Mudik Lebaran 2019, Lima Ruas Tol Dibuka Fungsional
Sementara Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, dengan terselenggaranya rapat koordinasi tersebut diharapkan dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi teknis mengenai peningkatan layanan jalan tol ke depan.
“Semoga pembangunan jalan tol tidak hanya menarik untuk segi investasi, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat,” ujar Danang.










