PROPERTY INSIDE – Revitalisasi bangunan cagar budaya adalah salah satu tugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satu proyek revitalisasi tersebut adalah Cagar Budaya Tangsi yang berada di sisi Sungai Siak, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Revitalisasi ini dilakukan sejak tahun 2018 lalu dan kini cagar Budaya Tangsi Belanda menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Siak dan dari Kota Pekanbaru waktu tempuhnya sekitar 2-3 jam.
Tangsi Belanda yang berada di Kawasan Cagar Budaya Kesultanan Siak merupakan benteng peninggalan Belanda yang dahulunya berfungsi sebagai kantor residen, rumah tahanan, gudang peluru dan barak pasukan.
Baca juga: Akhir April, Revitalisasi Kota Lama Semarang Rampung
Bangunan ini memiliki lima bangunan utama dan sejumlah bangunan kecil. Sebelum direvitalisasi Kementerian PUPR, Tangsi Belanda yang dibangun tahun 1880 terlihat memprihatinkan dan minim perawatan. Dinding bangunan utama yang berada di kawasan tersebut rusak dan kusam, serta beberapa bagian bangunan juga hilang.
Pemugaran Tangsi Belanda telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian PUPR dan SK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka penetapan Siak sebagai Kota Pusaka pada akhir tahun 2017.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kegiatan pelestarian bertujuan untuk mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Negara, REI Siap Dilibatkan
“Sejatinya kota selain sebagai mesin ekonomi, nilai pusaka bagi sebuah kota harus menjadi atmosfir yang baik bagi tubuh lembaga kesenian, adat istiadat, bahasa, situs, arsitektur, dan sejarah yang membentuk karakter kota,” imbuh Menteri Basuki.
Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR pada tahun 2018. P3KP merupakan program insentif kepada kabupaten/kota yang telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang RTRW dan Perda tentang Bangunan Gedung.
Baca juga: Ketum REI Terpilih Kembali Menjadi President FIABCI Asia Pacifik
Kota Pusaka adalah kota yang di dalamnya terdapat kawasan cagar budaya atau bangunan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai penting bagi kota, menempatkan penerapan kegiatan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kotanya.
Diharapkan program revitalisasi Tangsi Belanda dapat meningkatkan kunjungan wisatawan segingga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.




