PROPERTY INSIDE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan Program Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi sebagai upaya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang konstruksi.
Program ini merupakan salah satu program Kementerian PUPR dalam mendukung visi Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin pada periode 2019-2024.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuldjono mengatakan selain bertujuan untuk menjamin kompetensi para tenaga kerja konstruksi, sertifikasi juga akan memudahkan tenaga kerja mendapatkan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
Baca juga: Aplikasikan Visi Presiden, Menteri Basuki: Belanjakan APBN Dengan Benar
“Kementerian PUPR sebagai pembina konstruksi bertanggung jawab terhadap ketrampilan, handalnya para pekerja konstruksi. Tanpa itu sekali lagi, tidak akan terbangun tol, jembatan, dan bangunan-bangunan lain. Sertifikat ketrampilan harus dipunyai tenaga konstruksi untuk bersaing dengan pekerja dari negara-negara lain,” kata Menteri Basuki.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, pembangunan infrastruktur dan penyiapan SDM Konstruksi Nasional merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dapat pendorong pertumbuhan ekonomi baik lokal, regional maupun nasional.
Baca juga: Ciputra World 2, Peluang Investasi Di CBD Jakarta
“Oleh karena itu sangat penting untuk mencetak tenaga kerja konstruksi berkualitas agar Pembangunan Infrastruktur dapat berjalan lancar, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Syarif saat membuka program uji sertifikasi tenaga konstruksi di Wisma Barito Pacific II Jakarta, Kamis (24/10).
Menurut Syarif, kegiatan ini bukan untuk memperbanyak sertifikat akan tetapi untuk memperbayak orang yang memiliki kompetensi, dan kompetensi itu difinalkan dengan sertifikat. “Saya yakin di sini sudah memiliki kompetensi, hanya tinggal dibuktikan dengan sertifikat,” tuturnya.
Baca juga: Sayembara Desain IKN, 80 Peserta Lakukan Survei Lapangan
Sebanyak 11.250 orang tersebut, terdiri dari Tenaga Terampil Konstruksi, Tenaga Ahli Konstruksi, Pekerja Konstruksi di Proyek Padat Karya Kementerian PUPR, Calon Instruktur dari Dosen Politeknik dan Perguruan Tinggi, serta fresh graduate Politeknik bidang Konstruksi.
Program sertifikasi diselenggarakan dalam 2 gelombang, yakni gelombang pertama tanggal 16 September sampai 24 Oktober 2019 diikuti 10.014 orang dan gelombang kedua tanggal 25-31 Oktober 2019 diikuti 1.100 peserta.




