Tahun ini Pengembang Mulai Aktif Luncurkan Produk Baru

By 30 January 2020Property News

PROPERTY INSIDE – Tahun 2019 lalu yang merupakan tahun politik secara umum membuat para developer properti di Indonesia melakukan wait-and-see. Selama periode tersebut, demikian laporan JLL, para pengembang menggunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan   produk-produk   mereka   sembari   menunggu   momen   yang   tepat   untuk meluncurkannya.

Lebih lanjut konsultan properti global ini menyebut bahwa pengembang juga mulai melirik konsep pembangunan di sekitar titik transit (TOD) mengingat kedekatan dengan transportasi publik merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan oleh pembeli saat ini, khususnya sektor menengah ke bawah.

“Kami berharap di tahun 2020 pasar mulai aktif dengan peluncuran produk-produk yang telah dipersiapkan tersebut,” sebut Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima www.PropertyInside.id, Rabu (30/1) di Jakarta.

Baca juga: Koridor Timur Jakarta, Infrastruktur Jadi Pembeda

JLL juga melaporkan bahwa topik pemindahan ibukota negara menjadi sorotan di tahun 2019 yang menjadi bahan perbincangan di kalangan pengembang dan investor lokal maupun asing. Perbincangan juga terjadi mengenai dampak yang terjadi pada Jakarta.

Untuk pertumbuhan bisnis properti tanah air, di sektor perkantoran JLL mencatat total penyerapan ruang sewa perkantoran selama tahun 2019 sebesar 200 ribu meter persegi di kawasan CBD. Dari angka tersebut sekitar 50% diantaranya disewa oleh perusahaan berbasis teknologi dan coworking space.

Baca juga: Awal Tahun, The Newton 2 Tawarkan Kemudahan Cara Bayar

Sementara sektor ritel tingkat okupansi berada di angka 89% dan harga sewa mall kelas menengah ke atas masih tetap stabil. Pasokan mal baru di masa yang akan datang diperkirakan sebesar ±300 ribu meter persegi dan beberapa diantaranya diharapkan akan selesai pada tahun 2020.

“Sedangkan di sektor kondominium, tingkat penjualan kondominium berada di level 63%  dengan jumlah pasokan baru yang diluncurkan ke pasar berjumlah sekitar 2.800 unit selama tahun 2019. Angka ini menunjukan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan beberapa faktor, seperti faktor politik dan ekonomi,” ungkap James Taylor, Head of Research JLL Indonesia.

Share this news.

Leave a Reply