PROPERTY INSIDE – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Batam pada akhir Januari lalu menyebabkan tembok pagar kolam resapan di depan area ruko Blok F kawasan megasuperblok Pollux Meisterstadt Batam atau Pollux Habibie Batam menjadi rubuh.
Masalah tersebut pun diselesaikan dengan cepat oleh manajemen Pollux Meisterstadt Batam. General Manager Pollux Meisterstadt Batam, Richie Laseduw mengatakan, masalah terselesaikan dalam satu hari.
“Peristiwa ini terjadi karena belum terkoneksinya antara drainase di dalam proyek dengan drainase kota (umum) sehingga menyebabkan area resapan menjadi meluap dan meruntuhkan tembok pembatas,” imbuhnya.
Baca juga: Drainase Segera Terkoneksi Ke Saluran Kota, Pagar Pembatas Pollux Habibie Dipastikan Aman
Pasca peristiwa tersebut, isu negatif menerpa Pollux Meisterstadt Batam. Pembangunan proyek yang sudah memasuki tower keempat diisukan kontruksinya mengalami kemiringan karena hujan lebat yang melanda Batam.
Isu miringnya kontruksi proyek premium di kawasan Batam Center ini menurut Dian Adi Cahyono, Project Manager PT PP (Persero) Tbk selaku Main Contractor proyek pembangunan Pollux Meisterstadt Batam menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
Menurut Dian, isu yang berkembang ini terjadi sejak peristiwa tembok pembatas roboh karena air atau drainase yang meluap. Sehingga dikaitkan dengan konstruksi bangunan apartemen Pollux Habibie yang mengalami kemiringan sehingga dianggap tidak layak.
Baca juga: Tahun Ini Pengembang Mulai Aktif Luncurkan Produk Baru
“Gedung apartemen dan mall dikerjakan dengan metode dan quality control yang kontinu sehingga PT PP (Persero) Tbk selaku kontraktor utama proyek pembangunan Pollux Meisterstadt Batam menjamin kualitas dan tentunya memenuhi spesifikasi, persyaratan serta aturan yang berlaku,” ujar Dian.
Menurutnya, PT PP beserta konsultan manajemen konstruksi yang telah ditunjuk juga terus melakukan pengecekan secara berkala pada seluruh bangunan dan diperoleh hasil bahwa tidak ada kemiringan pada bangunan tersebut.



