PROPERTY INSIDE – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Tol Manado – Bitung (Mabit), Minggu petang (1/3). Tol sepanjang 26 km dari keseluruhan 39,9 km ini ditargetkan dapat beroperasi pada April 2020.
menteri PUPR, Basuki Hadimuldjono menyatakan harapannya bahwa April 2020 ini Tol Mabit sudah bisa beroperasi sepanjang 26 km dari Manado hingga Danowudu. Tol Manado – Bitung merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) bertujuan untuk mengurangi biaya logistik yang berasal dari Pelabuhan Internasional Bitung.
Baca juga: Rumah Komunitas, Ini Cara Walkot Prabumulih Perhatikan Warganya
Keberadaan tol ini juga akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Tol ini tidak hanya terkoneksi untuk pelabuhan dan KEK Bitung dan Tanjung Pulisan – Likupang saja, akan tetapi juga sebagai pendukung kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Manado – Bitung – Likupang, termasuk akses ke Pulau Lembeh.
Pada kunjungan ini, Menteri Basuki juga meninjau keberadaan mata air Aerujang di Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian Kota Bitung yang akan dilewati seksi 2B Tol Mabit. Mata air Aerujang adalah situs budaya sekaligus berfungsi untuk mensuplai kebutuhan air bersih di Kota Bitung.
Baca juga: Banjir Jabodetabek, Kementerian ATR/BPN Akan Audit Tata Ruang
“Saya tidak akan berani memasang tiang pancang di area mata air Aerujang. Lebih baik kita geser pancangnya. Mata air ini akan kita lindungi. Untuk itu mari kita jaga bersama,” ucap Menteri Basuki.
Menteri Basuki mengatakan selama ini Kementerian PUPR membangun infrastruktur pasti menghindari kerusakan lingkungan. Salah satunya adalah pembangunan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pembangunan terowongan ini untuk menghindari Situs Curug Jompong di dasar Sungai Citarum yang wujud fisiknya seperti bendung sehingga menyebabkan banjir di Hulu Sungai Citarum.
Baca juga: Pemerintah Ajak Negara Sahabat Bahas Sistem Transportas IKN
“Apalagi ini mata air, sumber kehidupan, tidak ada yang bisa membuat itu. Kementerian PUPR tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga bertugas untuk mengelola sumber daya air secara berkelanjutan,” ujar Menteri Basuki.
Menteri Basuki mengatakan Kementerian PUPR didukung Dekan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Fabian J. Manoppo sebagai tenaga ahli yang meneliti mata air tersebut untuk memberi pertimbangan desain dan metoda konstruksi.
Kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung dan sebaliknya dari saat ini sekitar 90 menit, menjadi sekitar 30 menit. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang sudah mulai mengalami kepadatan arus kendaraan.




