PROPERTY INSIDE – Saat ini para investor properti terlihat bersikap menunggu atau wait and see untuk membeli properti. Ini menunjukkan bahwa investasi properti bukanlah prioritas investasi pada situasi pandemi ini.
Produk apartemen yang biasanya menjadi pilihan para investor, menunjukkan catatan kinerja yang tidak baik. Coldwell Banker Commercial mencatat, sepanjang kuartal I/2020, penjualan unit apartemen di Jabodetabek turun antara 45,1 persen hingga 75,8 persen.
Baca juga: Okupansi Properti Ritel Di Kuartal Pertama 2020 Masih Tinggi
Konsultan properti ini mencatat Jabodetabek mengalami penurunan permintaan bersih apatemen cukup tajam pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan kuartal IV/2019. Selain itu, permintaan apartemen juga menurun di kota besar seperti Surabaya dan kota di Denpasar yang masing-masing turun 62,4 persen dan 41,0 persen.
Sementara itu, berbanding terbalik dengan wilayah lainnya, Bandung dan Medan justru mengalami kenaikan permintaan yang cukup signifikan. Bandung mengalami kenaikan permintaan hingga 246,1 persen dan Medan mengalami kenaikan 63,8 persen.
Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial, Angra Angreni memaparkan, pertumbuhan positif di Bandung disebabkan adanya penyerapan pada proyek baru di segmen menengah bawah yang diluncurkan pada awal 2020.
Baca juga: Adaptasi, Skill Dan Naluri Jadi Kiat Jualan Saat Pandemi Covid-19
“Medan juga mengalami pergerakan positif karena sebagian besar didorong oleh penyerapan proyek existing dari segmen menengah atas yang berlokasi di pusat kota,” kata Angra dalam siaran persnya, Kamis (07/06).
Mengantisipasi hal ini Coldwell juga mencatat bahwa pengembang sudah melakukan beberapa strategi penjualan dan pemasaran dalam situasi dengan meningkatkan dan menyediakan layanan virtual dan online.




