Patung Arjuna Wijaya, Landmark Peninggalan Daripada Soeharto

By 6 December 2021News

PROPERTY INSIDE – Patung Arjuna Wijaya awalnya diilhami oleh lawatan Presiden Soeharto ke Turki. Dalam tugas kenegaraan itu, Soeharto berkunjung ke banyak tempat. Di tengah-tengah perjalanan, Soeharto lalu kepincut dengan banyaknya keindahan monumen di sepanjang jalan.

Tiap monumen yang dijumpai oleh Soeharto selalu mengandung cerita filsafat yang menginspirasi. Soeharto pun menyadari jika di Indonesia monument serupa tak banyak. Ia lalu berinisiasi untuk membuat patung yang mengandung epos-epos kepahlawanan lokal. Kisah pewayangan, misalnya. Alhasil, Soeharto berniat mengadaptasi epos-epos pewayangan Jawa. ia menyampaikan niatan itu langsung kepada pematung kesohor asal Bali, Nyoman Nuarta.

Nyoman adalah seniman perancang patung ini, Proses pembuatan Patung Arjuna Wijaya dikerjakan oleh sekitar 40 orang seniman dan pengerjaannya dilakukan di bandung. Menurut Nyoman, pembangunan patung Arjuna Wijaya dilatarbelakangi kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Turki pada tahun 1987, dimana dia melihat banyak monumen yang menjelaskan tentang cerita-cerita masa lalu Turki di jalan-jalan protokolnya.

Soeharto menyadari hal tersebut tidak dia jumpai di ruas jalan-jalan protokol di Jakarta, sehingga dia menggagas pembangunan sebuah monumen yang memuat filsafat Indonesia. Melalui Nyoman Nuarta akhirnya kisah Perang Baratayuda digunakan sebagai ide di balik wujud akhir patung tersebut.

“Arjuna Wijaya” sendiri berarti “kemenangan Arjuna”, yang menceritakan kemenangannya dalam membela kebenaran dan keberaniannya, simbol apresiasi terhadap sifat-sifat kesatrianya. Patung Arjuna Wijaya merupakan patung yang merupakan simbol bahwa hukum harus ditegakan tanpa pandang bulu.

Hal ini dilatarbelakangi salah satu episode dalam cerita Bharatayuddha di mana Arjuna bertempur melawan Adipati Karna yang merupakan saudaranya sendiri. Menurut Nyoman Nuarta, dalam epos Mahabharata, Arjuna pada awalnya ragu karena yang dilawannya adalah saudaranya sendiri, tetapi dia harus menentukan sikap demi kebaikan orang yang lebih banyak, dia harus mengalahkan Adipati Karna yang berdiri di pihak Kurawa.

Dana yang dikeluarkannya pun cukup besar untuk ukuran tahun 1987. Total biasa yang dihabiskan berkisar antara Rp290 juta – Rp300 juta. Soeharto pun puas dengan hasilnya. Ia sendiri tak mau ketinggalan dalam meresmikan Patung Arjuna Wijaya pada 16 Agustus 1987 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Patung itu memiliki panjangnya mencapai 23 meter, tinggi sekitar 5 meter, dan beratnya 3.600 pon itu.

Kehadiran Arjuna Wijaya diharapkan Soeharto dapat membakar semangat generasi muda untuk membela tanah air. Golongan tua maupun muda harus saling dukung. Selebihnya, karya itu jadi pembuktian Soeharto abhwa ia memiliki darah seni tinggi dan mampu disandingkan, bahkan, menandingi Bung Karno.

Share this article:

Leave a Reply