PROPERTY INSIDE – Menara Pisa dibangun hampir seribu tahun yang lalu di kota Pisa, Italia, tepatnya pada Agustus 1173. Setiap tahun dikabarkan bahwa menara ini semakin miring, namun uniknya menara kebanggaan negara pizza ini tak pernah roboh bahkan kabarnay telah beberapa kali terkena dampak gempa bumi.
Setidaknya, ada empat gempa yang terjadi di kawasan Pisa sejak 1280. Lalu kenapa menara ini dapat tetap berdiri kokoh. Mari kita bahas dulu kenapa menara ikonik ini bisa menjadi miring. Menara Pisa adalah bangunan ke-3 dari Campo Dei Miracoli atau Lapangan Pelangi di Kota Pisa yang juga merupakan sebagai lonceng bagi Kathederal.
Menara Pisa memiliki ketinggian mencapai 55,86 m dari permukaan tanah terendah dan 56,70 dari permukaan tanah tertinggi. Bobotnya diperkirakan mencapai 14.500 ton dan memiliki 294 anak tangga. Menara Miring ini seharusnya berdiri tegak setinggi 55 meter,
Sampai beberapa abad lalu siapa perancang Menara Pisa masih menjadi perdebatan. Sampai ditemukan sebuah batu bertuliskan sebuah nama dalam bahasa latin di dasar menara ditemukan para peneliti selama penggalian tahun 1838.
Memang banyak pihak yang meyakini Bonanno sebagai arsitek menara Pisa, namun belum ada pembuktian yang jelas. Para paleografi di Pisa akhirnya dapat menganalisa garis-garis yang terukir pada batu yang membuktikan bahwa Bonanno adalah arsitek menara.
Tertulis nama Bonanno Pisano sebagai arsitek menara Pisa yang menghilang setelah dia tahu bangunan yang dibuatnya miring. Bonano menghilang karena malu merasa gagal membangun menara ini, hingga kematiannya dia tidak menyadari bahwa karyanya ini kini telah menjadi salah satu keajaiban dunia.
Proses pembangunan menara ini terbilang cukup lama, sekitar 200 tahun. Di mulai tanggal 9 Agustus 1173 dan selesai tahun 1350. Menara Pisa mulai terlihat miring pada saat pembangunan lantai ke-3 yaitu tahun 1178. Penyebabnya yaitu pondasi Menara Pisa yang amblas hingga 3 meter karena bahan bangunan yang berat dan kondisi tanah yang tidak stabil.
Selama 200 tahun masa pembangunan Menara Pisa dilakukan dengan 3 tahap pembangunan, Tahap pertama bisa berhasil sampai 3 tingkat tapi pembangunan saat tahun ke-5 terpaksa di hentikan di karenakan bangunan menara sudah terlihat mulai miring. Akhirnya pembangunan Menara Pisa dihentikan selama 100 tahun, karena para warga Pisa hampir terlibat peperangan dengan Genoa, Lucca dan Florence.
Sekitar tahun 1272, ketinggian menara ini di tambah lagi hingga menjadi 4 lantai. Pada pembangunan ke-4 ini di lakukan dengan berlawanan arah dengan harapan agar menara bisa kembali tegak lagi seperti sediakala, namun sayang pembangunan harus di hentikan lagi.
Sekitar tahun 1360 pembangunan kembali dilanjutkan dan pada pembangunan tahap akhirnya di bangunlah sebuah ruangan lonceng yang berada di puncak Menara Pisa. Karena kondisi tanahnya yang tidak stabil dan lunak ini jadi usaha apa pun yang di lakukan Menara Pisa akan tetap miring.
Lalu kenapa menara ini masih bisa bertahan hingga kini? Dalam artikel dikutip dari theleaningpisatower.com menyebutkan bahwa menara miring Pisa tidak jatuh karena pusat gravitasinya telah terjaga secara dinamis. Disebutkan, massa suatu benda tak mempengaruhi kecepatan jatuhnya benda ke tanah.
Hal tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Galileo Galilei di sekitar tahun 1600. Saat itu, Galileo Galilei melakukan eksperimen gravitasi dengan melemparkan benda-benda di sisi miring Menara Pisa. Dia berhasil menunjukkan bahwa massa suatu benda tidak memiliki pengaruh pada kecepatan benda saat jatuh ke tanah.
Hampir senada dengan Galileo Galilei, dilansir dari thesun.co.uk, para peneliti yang terdiri dari 18 insinyur mengklaim bahwa fenomena yang terjadi di Menara Pisa disebut ‘interaksi tanah dengan struktur dinamis’. Jadi menurut mereka, pada dasarnya tanah di sekitar menara menyerap getaran. Tanah yang ada di fondasi menara adalah tanah lembek. Sehingga, hal tersebut dapat meredam getaran gempa.








