Ciputra: Pemindahan Ibukota Tidak akan Mengurangi Harkat dan Martabat Jakarta

By 24 February 2018Featured, News, Property News

PROPERTY INSIDE – Rencana pemindahan ibukota yang digaungkan pemerintahan Presiden Jokowi mendapat respon yang positif dari berbagai kalangan. Termasuk dari para pelaku industri properti tanah air. Salah satu dukungan itu datang dari Legenda Properti Indonesia, Ir. Ciputra. Menurut pria yang akrab dipanggil Pak Ci itu, beban Jakarta sebagai ibukota negara sudah sangat berat.

Karena itu, Pak Ci sangat mendukung rencana pemindahan Ibukota Republik Indonesia ke luar pulau Jawa yang diwacanakan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya banyak negara-negara di dunia yang telah melakukan hal itu dan terbukti berhasil. Pemindahan ibukota negara ini menurutnya tidak akan mengurangi kekuatan Jakarta sebagai kota metropolitan dunia.

“Pemindahan ibukota ini, tidak akan mengurangi harkat dan martabat kota Jakarta. Kita sudah lihat New York, Sydney, Kuala Lumpur ibukota tidak disana, toh mereka berkembang luar biasa. Jakarta ini letaknya strategis sekali, jadi buat saya, ibukota di sini atau diluar Jakarta tidak ada persoalan untuk Jakarta. Jakarta akan tetap menjadi kota bisnis dan pariwisata,” sebutnya dalam wawancara ekslusif dengan Property Inside beberapa waktu lalu.

Pak Ci juga mengamini bahwa Kalimantan sangat tepat dipilih sebagai alternatif ibukota baru bagi republik ini. Letak geografis yang berada di tengah akan memberi efek domino yang besar bagi pembangunan kawasan-kawasan lain di luar Jawa. Daerah-daerah lain akan ikut berkembang mengikuti pertumbuhan ibukota yang baru.

“Saya pernah berkunjung ke ibukota Brazil, namanya Brasília. Sampai tahun 1960, ibukota Brazil itu itu Rio de Janeiro, kemudian pindah ke Brasília, itu dipindah di pedalaman, dan sukses sekali. Rio de Janeiro tidak berpengaruh sama sekali. Tapi semua ini saya kira, kita serahkan saja ke pemerintah pusat, mereka yang lebih tahu. Saran saya, Jakarta tidak usah takut, seperti negara-negara yang saya sebut tadi, ibukota lama tetap akan potensial.”

Namun demikian, Ciputra menyarankan untuk tidak perlu tergesa-gesa memindahkan ibukota negara. Perlu kajian matang dan terencana untuk merelokasi ibukota yang sudah terlalu padat dan stagnan ini.

“Paling kurang, siapkan dulu perencanaan dalam tiga tahun, baru dilaksanakan. Untuk berapa lama waktunya nanti itu sesuai budjet pemerintahlah. Yang pasti dengan pembangunan ini akan bermanfaat bagi Indonesia, seluruh Indonesia harus berkembang,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, pada Selasa (12/12) mengatakan bahwa telah muncul beberapa kandidat yang akan disampaikan kepada presiden.

Meski Bambang belum mau membeberkan kota-kota yang menjadi pilihan Ibukota baru tersebut, yang pasti semua opsinya berada di luar Jawa. “Saya harus lapor dulu ke presiden, akhir Desember ini selesai. Yang pasti, lokasinya di luar Jawa,” ujarnya.

Share this article:

Leave a Reply