PROPERTY INSIDE – Sejak dimulainya pengembangan megaproyek Citra Maja Raya pada 2015 lalu, kawasan Maja diyakini dapat menjadi kawasan hunian modern yang sudah settle seperti BSD City, Bintaro Jaya ataupun Alam Sutera. Secara umum, Maja sangat berpotensi berkembang seperti kawasan Serpong yang telah berkembang pesat. Pengembangan Kawasan kota baru Maja diyakini akan dapat kawasan sub-urban yang mampu menjadi penyokong Ibukota Jakarta.
Maja sendiri sebenarnya telah diidentifikasi oleh pemerintah sebagai kota satelit paling menjanjikan yang dekat dengan Jakarta sejak tahun 1993. Lalu, pemerintah mengusulkan untuk mengembangkan kawasan Maja seluas 20.000 hektar untuk rencana tersebut. Pemerintah berkomitmen melakukan investasi jangka panjang dengan pengembangan infrastruktur jalan dan peningkatan prasarana pendukung kereta api rel ganda demi mewujudkan kawasan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Megaproyek Citra Maja Raya adalah proyek kemitraan antara Ciputra Group dengan Hanson Land. Kerjasama ini akan mendorong percepatan pertumbuhan Maja dan merupakan tonggak penting untuk pengembangan kawasan ini kedepannya. Ini terbukti dari besarnya animo konsumen di proyek ini, tercatat sekitar 10.000 unit perumahan di Citra Maja Raya telah terjual habis.
Citra Maja Raya memang mendapat momentum pengembangan kota mandiri di Maja. Karena Maja memang sedang disiapkan pemerintah untuk kota penyangga (satellite city) Jakarta. Kebijakan ini disiapkan sebagai solusi kepadatan dan kesemrawutan Jakarta.
Pemerintah dan para pengembang pun telah menandatangani komitmen kerjasama dengan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan percepatan realisasi pembangunan infrastruktur dalam rangka pengembangan Maja.
Langkah yang dilakukan ini juga merupakan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 mengenai pengembangan kota baru yang diharapkan dapat mendukung program sejuta rumah.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun telah meresmikan Citra Maja Raya yang berbasiskan Transit Oriented Development (TOD) pada pertengahan November 2017.
Budi memastikan dukungan Kementerian Perhubungan untuk pengembangan kota baru berbasiskan TOD ini dan akan terus dilakukan pembangunan transportasi yang saling behubungan baik tol maupun kereta api.
“Kementerian Perhubungan sangat support, untuk kawasan yang integratif. Untuk daerah Banten, kami menginisiasi, melanjutkan kereta api double track sampai Serang dan ke ujung Merak, agar lajunya besar, dan menuju daerah yang kereta sudah ditinggalkan, dan kita lakukan reaktiviasi,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga menyatakan dukungan untuk pengembangan Citra Maja Raya merupakan 1 dari 10 proyek kota baru yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, Citra Maja Raya adalah bentuk kerjasama antara pemerintah pusat, kabupaten serta pengusaha properti untuk mengembangkan Kota Maja menjadi kota mandiri.
“Kawasan yang dikembangkan Pak Ciputra ini secara integrited merencanakan 2 ribu hektare. Jadi Saya dengan Pak Menhub datang untuk dukung ini, secara umum untuk kota mandiri Maja,” ujarnya.
Presiden Direktur PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, mengatakan Kota Baru Maja adalah solusi untuk mengatasi permasahalahan pembangunan perkotaan seperti penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), penurunan angka ketimpangan ketersediaan perumahan (backlog), dan juga penurunan luas kawasan kumuh di ibukota.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah dalam pengembangan infrastruktur di kawasan Maja. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, rencana pemerintah untuk menjadikan Maja sebagai kota penyangga baru akan cepat terealisasi. Sebagai pengembang, tentu kami juga harus komitmen untuk menyediakan hunian yang terjangkau dan berkualitas,” jelas Benny.




