Dar Al Hajr, Istana Batu dari Yaman

By 24 February 2018Architecture, News

PROPERTY INSIDE – Sana’a, ibukota Republik Yaman ini adalah satu dari kota tertua dalam peradaban Islam. Bagian kota tua dari Sana’a dinyatakan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Kota tua ini bersentral pada Al-Jami al-Kabir bi-Sanaa atau Masjid Agung Sana’a yang telah berusia lebih dari 1.400 tahun.

Kota Sana’a sendiri telah berusia 2500 tahun. Dikelilingi oleh dinding kota dari tanah liat setinggi 9- 14 meter. Untuk memasuki kota tua, kita akan melewati pintu gerbang Bab al-Yemen yang telah berusia ribuan tahun. Kota ini dipenuhi bangunan dari batu bata warna cokelat, berbentuk bangunan tinggi dengan jendela qamariya yang berbentuk kipas dari kaca mozaik.

Tak jauh dari Sana’a, di lembah Dhahr yang terkenal itu, (sekira 15 km dari ibukota Yaman) terdapat Dar al-Hajar alias istana batu. Bentuknya sangat unik, seolah-olah muncul dari batu. Istana ini adalah tempat peristirahatan musim panas Imam Yahya, mantan pemimpin agama di Yaman. Bangunan bertingkat lima ini memiliki ruangan layaknya rumah, seperti ruang pertemuan, ruang khusus wanita, dan dapur.

alt text

Dahulu, Yaman tidak memiliki raja atau presiden. Kepemimpinan negara terletak di pundak seorang Imam (pemimpin spiritual Islam). Yahya Muhammad Hamiddin (1869-1948) menjadi Imam dari Zaydis, setelah kematian ayahnya pada tahun 1904, kemudian menjadi Imam Yaman pada tahun 1918 sampai ia terbunuh pada 1948. Istana ini dibangun pada tahun 1930 oleh Imam Yahya sebagai istana musim panas. Istana akhirnya dibuka untuk pengunjung, namun, berubah menjadi semacam museum.

Menjulang sendiri di tengah gurun, membuat Dar Al-Hajr terlihat memesona. Bangunan ini telah menjadi adalah simbol ikon Yaman, yang fotonya dapat Anda temukan di kartu pos, majalah hingga botol minuman. Bangunan ini menjadi begitu menarik karena menggambarkan ciri khas arsitektur Yaman. Bangunan tampak seperti tumbuh keluar dari bebatuan tempatnya dibangun. Dar Al-Hajar memiliki karakteristik lukisan jendela dan menariknya lagi, ia berdiri sendirian di sebuah oase hijau dan tenang, yang merupakan sebuah lembah (wadi).

alt text

Kita dapat membeli tiket untuk masuk ke istana. Bangunan lima lantai dengan banyak kamar dan tangga besar dan kecil yang tampaknya membawa pengunjung berputar-putar. Ada dapur, ruang penyimpanan, ruang bagi perempuan, ruang pertemuan untuk pejabat tinggi dan teman-teman dari Imam Yahya. Ada sistem untuk mendinginkan air dalam Earthware jars. Kita juga dapat melihat jendela takhrim dari dekat, ada sumur yang sangat dalam, dan ada berbagai tempat dimana kita dapat pergi ke luar.

Kelima lantai menawarkan hal-hal yang layak untuk dilihat, tetapi berjalan-jalan di dasar bangunan adalah sama mengesankan dan mempertinggi kekaguman kita pada arsitektur Yaman yang menakjubkan.

alt text

Share this news.

Leave a Reply