PROPERTY INDSIDE – Kecantikan alami dan inner beauty yang kuat terpancar jelas dari ibu satu putera ini ketika Property Inside mewawancarainya. Segudang pengalaman yang dimilikinya tidak membuat seorang Linda Chang tinggi hati, bahkan kesan pertama yang kami tangkap, dirinya begitu low profile dan sangat menghargai lawan bicaranya.
Di bidang fashion, wanita kelahiran Jakarta ini tak perlu diragukan lagi pengalamannya. Sejak tahun 90 an, dirinya sudah bergelut di industri fashion. Mengelola berbagai brand fashion ternama dunia, sebut saja salah satunya Versace, perusahan pakaian Italia yang didirikan oleh Gianni Versace.
Linda Chang menjadi salah satu orang yang ikut melambungkan produk tersebut di Indonesia. Kini dirinya bahkan telah menelurkan private label boutique dengan brand CLIOLYNS Boutique dan LYN’s Boutique.
Saat ini dirinya memiliki 6 gerai butik di beberapa mal ternama di Jakarta, di antaranya, Pondok Indah Mall, Taman Angrek, Artha Gading Mall dan Grand Indonesia. Namun semua itu tidak membuat Linda berpuas diri. Dirinya mulai menjejakkan kaki ke industri properti tanah air sejak beberapa tahun lalu.
Meski masih terbilang singkat, namun dirinya sudah mengukirkan banyak prestasi di industri properti. Terbukti saat ini telah menghasilkan dan menggarap 5 Proyek medium to high end yang tengah di kerjakan bersama kolega-koleganya untuk proyeksi 2 tahun kedepan , dan seluruhnya ada di pulau Dewata Bali.
Selain itu, Linda juga sering diminta pendapatnya sebagai advisors property di berbagai perusahaan pengembang. Menjadi trainer di banyak perusahaan Property Agency pun sering dilakoni pribadi yang penuh filosofi hidup ini.
Dari perbincangan hangat sore itu dengan Property Inside di kantornya, tergambar bahwa Linda sangat memahami bagaimana karakter dan prospek bisnis properti Indonesia ke depannya. Kami juga menilai, wanita cantik yang menjabat sebagai Marketing Director PT Mega Nusatama ini adalah seorang negosiator handal. Berikut petikan wawancara kami;


Apa resep rahasia Anda untuk menjadi business woman sukses seperti saat ini?
Tidak ada hal khusus, mungkin yang paling utama adalah pengalaman. Berbekal pengalaman, apapun bisa kita lakukan, karena pengalaman itu adalah sekolah yang tidak pernah habis digali.
Kita dapat lihat bagaimana seorang Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan dan Kelautan kita memulai karirnya bukan? Seseorang yang ingin sukses harus mampu mengelola dirinya sendiri, mengalahkan egonya.
Dan yang paling penting, pakailah ilmu padi, memberi manfaat bagi banyak orang, namun ketika semakin berisi, padi itu semakin merunduk. Bagi para wanita karir, saran saya jadilah diri sendiri. Muncullah apa adanya untuk menonjolkan inner beauty.
Bagaimana awal mulanya tertarik menggeluti bisnis properti?
Awalnya mungkin secara tidak sengaja, beberapa tahun yang lalu seorang teman meminta bantuan untuk memasarkan kavling tanah di kawasan Tabanan, Bali. Ketika itu harga yang ditawarkannya kompetitif. Niat saya awalnya hanya membantu, namun ternyata sambutan pasar sangat bagus.
Terutama di inner circle saya, teman-teman dan kolega saya. Kurang lebih dalam 3 minggu saya bisa menjual 84 kavling tanah itu. Sejak itu saya berfikir bahwa properti adalah bisnis yang menjanjikan. Kemudian mulailah saya serius menggeluti industri ini.
Dari portfolio yang kami lihat, sebagian besar proyek yang Anda garap berlokasi di Bali. Apa alasannya?
Saya sangat mencintai pulau itu, bagi saya Bali adalah rumah saya. Eksotisme Bali tidak akan pernah pudar dan tak akan pernah tersaingi. Bali itu magic, dan Bali itu inspirasi. Sedikit saya flashback ke belakang. Suatu ketika, saat berada di Bali saya dan teman-teman singgah ke Tampaksiring, Gianyar.
Di sana terdapat Pura Tirta Empul, yang memiliki 11 pancuran air suci, dimana kita bisa mandi dan berdoa dengan niat hati yang bersih. Konon, Presiden Soekarno sering mensucikan diri di sini dan pernah mendapat ilham. Nah, saat itu entah karena apa saya terdorong untuk membasuh diri di Tirta Empul ini.
Saya berdoa tidak meminta apapun, hanya satu yang ada dalam pikiran saya, “Saya mencintai Pulau Dewata ini, jika memang diizinkan maka berikan saya kemampuan untuk membangun pulau ini”. Believe or not, saya merasa yakin keinginan saya itu dikabulkan. Saya berjodoh dengan Bali dan saya diberi kemampuan oleh Sang Maha Kuasa membangun beberapa proyek di sini.
Proyek apa saja yang saat ini sedang dikembangkan?
Proyek terbaru adalah Ribezzi Residence, hunian berkonsep Villatel di Nusa Dua. Lokasi Ribezzi Residence sangat strategis, dekat sekali dengan akses tol Bali Mandara. Akses ke bandara international Ngurah Rai mudah dicapai.
Ribezzi Residence adalah hunian exclusive private, dengan target market high end. Selain itu, saya juga sedang mengerjakan beberapa project, salah satunya Orphans (Panti Jompo) dan Rumah Sakit di kawasan Bogor.
Bagaimana Anda melihat potensi bisnis properti Indonesia ke depannya?
Saya melihat dari dua sisi. Untuk properti kelas atas, saran saya jangan terlalu overload dalam menggoreng harga, para spekulan juga harus berhati-hati. Jangan sampai supply dan demand tidak seimbang karena itu bisa berbahaya.
Sedangkan untuk kelas menengah dan bawah, kita tahu kebutuhan hunian end user cukup tinggi. Pasar untuk kelas ini masih terbuka lebar, potensinya masih sangat bagus.
Apa saran Anda untuk para marketing properti tanah air agar mampu meraih sukses di bisnis ini?
The most important factor to selling; Selling from The Heart. Satukan hati dengan Sang Pencipta. Bagaimanapun yang kita jual itu adalah tanah. Kita berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, jadi pakailah hati ketika memasarkan produk. Semua kebutuhan di dunia pasti memerlukan properti, sebab itu lakukanlah marketing sepenuh hati Anda.



















